Pria yang akrab dipanggil Rudy ini mengatakan, kalau siapa sosok yang pantas mengantikan Almarhum, itu urusan keluarga besar. "Yang jelas harapan saya, siapapun nanti, bisa terus mengembangkan Mangkunegaran sebagai kiblat budaya di Kota Surakarta," ujannya.
Rudy mengatakan, banyak kenangan manis, terutama saat Rudy masih menjabat sebagai Wali Kota Surakarta. Diantaranya menata Mangkunegaran baik yang ada didalam, maupun diluar.
"Beliau terus mengikuti apa yang menjadi harapan Pemkot, seperti penataan di area timur Mangkunegaran. Kemudian saya juga pernah ditimbali kesini, koordinasi soal Pamedan yang saat ini direnovasi. Kemudian gedung Kavelari. Kalau ketemu terakhir pada tahun ini, tapi saya lupa bulan apa. Tapi minggu-minggu lalu sempat telepon saya, tapi tidak keangkat, saya telpon balik tidak nyambung-nyambung," ujarnya.
Rudy mengatakan, meski berstatus raja namun KGPAA Mangkunegaran IX tetap memperhatikan masyarakat dan tak gengsi bergaul dengan kawula alit. "Sosok yang mesti diteladani. Untuk saya pribadi tentunya kehilangan sosok beliau. Kalau beliau manggil saya mas," ujar Rudy. (atn/dam) Editor : Damianus Bram