Sri Mulyani, pemilik warung mengatakan, saat kejadian warungnya sedang penuh dengan pembeli. Mengingat kejadian sekitar pukul 13.00, bertepatan dengan jam makan siang.
"Lumayan ramai, malah ada yang duduk dekat tembok," kata Sri.
Lalu, kata Sri, tiba-tiba ada pembeli yang teriak jika ada truk yang melaju karena rem blong. “Ada yang teriak, ‘minggir.. minggir, enek truk ngglondor.’ Langsung semuanya lari. Untung masih sempat pada lari. Telat sedikit saja, ada banyak yang pasti jadi korban. Beruntung bengkel di sebelah juga lagi sepi, pegawainya masih pada istirahat," imbuh Sri.
Diakui wanita paro baya ini, kawasan tersebut memang rawan bagi kendaraat berat, terutama truk. Beberapa kali truk yang melintas di kawasan tersebut mengalami rem blong. Kondisi ini diperparah karena ruas jalan tersebut cukup curam.
"Pernah rumah tetangga saya jadi korban. Terus yang terparah ya laka beruntun beberapa tahun lalu, sampai ada yang meninggal," kata Sri.
Sementara itu, Sutarjo, salah seorang saksi menuturkan, awalnya truk Hino warna hijau dengan nopol AD 1349 DH itu melintas dari barat ke timur. Dari pengamatannya, truk yang dikendarai Agus Budiyanto, 44, itu berjalan pelan.
"Tapi waktu mau berhenti tidak bisa. Ngglondor terus, kayaknya remnya blong," kata Sutarjo.
Menurut dia, truk Hino tersebut juga sempat menabrak truk lain. Tapi karena tidak rusak, truk yang ditabrak langsung melaju.
”Nah, Hinonya sendiri langsung banting kiri nabrak tembok warung, untung saja tidak ada korban," tuturnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Surakarta Kompol Afrian Satya Permadi mengatakan, saat ini petugas masih mendalami kejadian tersebut. Namun, dugaan awal truk mengalami rem blong.
"Tidak ada korban dalam kejadian ini. Masih kami dalami, termasuk berapa kerugian dari korban," pungkas Afrian. (atn/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra