Almarhum menghembuskan nafas terakhir di kediamannya yang beralamat di Jl Ahmad Yani No. 297-299, Manahan, Banjarsari, pada Minggu (27/2) pukul 19.50. Meski sempat mendapat perawatan karena mengalami gangguan paru-paru dan sempat terpapar Covid-19, pihak keluarga memastikan bahwa Miyono meninggal kerena sakit usia lanjut.
"Almarhum bapak memiliki riwayat gangguan paru-paru dan sempat terpapar Covid-19. Tapi kemarin sudah di-swab sebelum Presiden Jokowi ke sini (untuk menjenguk Miyono Sabtu, 26/2) dan hasilnya negatif," terang Sigit Widyawatno, menantu Miyono ditemui di kediaman almarhum, Senin (28/2) kemarin.
Sebelum meninggal, Miyono sempat dirawat di rumah sakit karena memiliki gangguan kesehatan. Sebelum dirawat di salah satu rumah sakit di Solo, sempat menjalani medical check up di Jakarta. Namun akhirnya keluarga memutuskan kembali membawanya ke Solo mengingat dia ingin dekat dengan keluarga.
Sebelum meninggal Miyono sempat berpesan agar keluarga selalu rukun. Mengingat ada sejumlah grub bisnis dalam keluarga tersebut. "Nggak ada pesan khusus. Cuma minta keluarga hidup dengan rukun," jelas Sigit.
Pria yang dikenal sebagai pengusaha mebel itu dikenang sebagai sosok yang memiliki pembawaan tenang serta tutur kata yang baik dan kerap dijadikan panutan oleh keluarga maupun orang-orang yang mengenalnya secara pribadi. Tak heran kemarin banyak pelayat menyambangi rumah duka.
"Beliau orang yang baik dan bisa jadi mentor untuk semua orang. Yang mengajari bapak (Presiden Jokowi) kan juga beliau," kata Wali Kota Gibran Rakabuming Raka.
Gibran datang bersama istri Selvi Ananda sesaat setelah Presiden Jokowi dan Kaesang Pangarep tiba di rumah duka. Bersama mereka mengikuti prosesi salat jenazah yang dilakukan di rumah duka dan di masjid dekat kediaman almarhum. Setelah itu rombongan keluarga presiden ikut mengantar jenazah ke kompleks pemakaman keluarga di Astana Mundu, Karanganyar. Mereka berangkat dari rumah duka pukul 10.50.
"Yang perlu diteladani dari beliau adalah kerja kerasnya. Aktif kerja sampai tua, tiap hari masih ngantor. Luar biasa," tutur putra sulung Presiden Jokowi itu.
Miyono juga dikenal sebagai salah seorang tokoh yang berjasa pada karir perpolitikan Presiden Jokowi. Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa. Sejauh ini Teguh mengenal sosok Miyono sebagai orang yang cukup berpengaruh dalam pencapaian karir Presidem Jokowi mulai dari menjabat sebagai wali kota Surakarta, gubernur DKI Jakarta, hingga menjadi presiden RI.
"Iya terkait sekali dengan karir Presiden Jokowi. Dari muda mulai ikut bisnis sampai beliau yang mendorong (Jokowi) jadi wali kota hingga presiden. Saya pikir perannya penting sekali bagi Pak Presiden (Pak Jokowi)," kata Teguh yang saat ini menjabat sekretaris DPC PDIP Kota Surakarta ini. (ves/bun) Editor : Damianus Bram