Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tak Kuat Bayar Kontrakan, Warga Balik Lagi ke Rusunawa

Damianus Bram • Minggu, 3 Juli 2022 | 19:54 WIB
Bangunan Rusunawa Semanggi yang dinilai sudah tidak layak untuk ditempati. Warga setempat menunggu kepastian revitalitasi fasilitas ini. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
Bangunan Rusunawa Semanggi yang dinilai sudah tidak layak untuk ditempati. Warga setempat menunggu kepastian revitalitasi fasilitas ini. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO - Sebagian besar warga rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Semanggi telah pindah menyusul rencana revitalisasi rusunawa. Namun, ada beberapa yang kembali lagi ke rusunawa karena tak kuat membayar sewa di tempat lain.

Ketua RT 06 RW 02 Narto menuturkan, ketika ada instruksi dari pemkot agar warga segera mengosongkan gedung, para penghuni rusunawa berbondong-bondong pindah.

“Dulu katanya awal 2022 (bangunan rusunawa) mau dirobohkan. Ya warga manut (pindah tempat tinggal), walaupun waktu itu janji ada tali asih sebesar Rp 5 juta per KK (kepala keluarga) belum cair,” jelasnya.

Menurut Narto yang tinggal di Blok A Rusunawa Semanggi, sudah 35 persen warganya pindah, sedangkan di Blok yang masuk RT 07, sekitar 60 persen. Mereka mengontrak tempat tinggal dengan biaya sendiri.

Tapi, kepindahan warga tidak berlangsung lama. Beberapa orang kembali ke rusunawa karena tak kuat bayar sewa di tempat lain.

“Alasannya uang mereka habis untuk ngontrak di tempat yang baru. Ditambah kebutuhan sehari-hari. Terus tahu bahwa gedung belum jadi dibongkar, akhirnya kembali lagi ke sini,” terangnya.

Joko, warga yang sempat pindah dari Rusunawa Semanggi mengaku sampai jual motor untuk bisa menyewa rumah. “Waktu itu ya panik. Desember harus keluar (dari rusunawa). Padahal tidak ada persiapan uang. Katanya mau ada tali asih juga, nyatanya sampai sekarang tidak cair,” ujarnya.

Solusinya, Joko terpaksa menjual motor tuanya yang laku Rp 4 juta. Dari nominal tersebut, senilai Rp Rp 3 juta digunakan untuk sewa rumah di Mojosongo dan hanya cukup untuk dua bulan, sedangkan uang sisanya dipakai simpanan.

“Saya kira setelah pindah, tali asihnya cair, eh ternyata nggak cair-cair. Ya sudah, saya balik ke sini saja, wong belum dibongkar. Saya sekeluarga butuh tempat berteduh,” ucapnya.

Warga lainnya yang kembali lagi ke Rusunawa Semanggi adalah Marta. “Dulu menempati rumah kos milik mertua. Tapi karena tidak ada kepastian (kapan rusunawa dibongkar), ya balik lagi. Saya tinggal sendiri. Anak sudah punya rumah,” kata dia.

Marta cukup lama menjadi penghuni Rusunawa Semanggi. Tepatnya sejak 2011. Soal kondisi fisik rusunawa yang memprihatinkan, dia tak mempersoalkannya.

“Mau bagaimana lagi, adanya seperti ini. Sekarang mau mengeluh sama siapa? Apalagi sudah setahun ini ada kelonggaran tidak ada kewajiban bayar sewa, tinggal bayar uang listrik sama air. Ya lumayan membantu,” ungkapnya.

Beda lagi dengan Putut Dewangga. Dia memilih bertahan di Blok B karena tak ada biaya untuk kontrak rumah. “Dulu katanya (tali asih) cair Januari, tapi tidak ada. Kemudian pas rapat RT ada info Juni cair, sampai sekarang juga tidak ada pencairan. Ya intinya kalau mau warga pindah, uangnya cair dulu,” jelasnya.

Putut berharap nominal uang tali asih tidak hanya Rp 5 juta. Mengingat revitalisasi Rusunawa Semanggi bisa membutuhkan wakti lama, sedangkan biaya sewa kontrakan lebih dari Rp 5 juta setahun. “Kasihan kami, untuk makan saja sudah susah,” tuturnya.

Soal kerusakan bangunan Rusunawa Semanggi, Putut mengatakan, terjadi sejak empat tahun silam. Kerusakan mencakup bagian atap, dinding, dan lainnya. Namun yang paling parah adalah saluran drainase di tempat parkir motor dan musala.

Selain itu, selokan juga mampet dan menimbulkan bau menyengat. “Semakin parah waktu musim hujan. Airnya sampai masuk parkiran motor. Baunya bukan main. Kalau tergenang, sampai mata kaki orang dewasa,” katanya.

Adakah tindak lanjut dari pemkot terkait rencana revitalisasi? Putut menuturkan, sempat ada petugas datang tapi sekadar mencatat penghuni yang sudah pindah.

Berkaca dari fenomena tersebut, warga Rusunawa Semanggi berharap segera ada kepastian dari pemerintah terkait rencana revitalisasi. (atn/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#Rusunawa Semanggi #Rusunawa Semanggi Rusak #Rusunawa Semanggi Tak Layak Huni #Revitalisasi Rusunawa Semanggi