Itu diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kota Surakarta Suharsono saat meninjau lokasi pembangunan bersama sejumlah anggotanya, Kamis (11/8).
Ada sejumlah catatan kepada kontraktor proyek agar gedung serbaguna Kelurahan Banyuanyar berfungsi lebih optimal. Catatan pertama, drainase di sekeliling bangunan diperlebar dan diperdalam agar ketika hujan dapat mengalirkan air lebih optimal.
"Kemudian di bagian atasnya (drainase) ditutup paving, sehingga seperti pendestrian. Bisa untuk trotoar, atau ketika ada mobil yang berpapasan, bisa lewat. Tidak membuat macet," kata Suharsono.
Komisi I juga mewanti-wanti terkait ventilasi untuk memastikan sirkulasi udara maksimal. Begitu pula dengan pencahayaan dari sinar matahari.
Tinjauan di lahan RW 01 Kelurahan Banyuanyar, lanjut Suharsono, untuk menindaklanjuti pertemuan dengan pihak kelurahan yang telah mempresentasikan detailed engineering design (DED) bangunan.
"Kami lihat anggarannya berapa, spek (spesifikasi bangunan)-nya seperti apa, letaknya di mana. Kemudian kami tindaklanjuti dengan melihat lapangan sesuai spek nggak, aslinya seperti apa, sehingga pengawasan pembangunan bisa lebih maksimal,” papar Suharsono.
Politisi PDI Perjuangan Kota Solo ini mengingatkan, jangan ada penyimpangan dalam proyek tersebut. Cegah potensi kolusi antara konsultan dan kontraktor. “Dengan begitu uang rakyat betul-betul bermanfaat,” tegasnya.
Saat ini, proses pembangunan gedung serbaguna telah selesai dilelang dengan anggaran Rp 1,9 miliar dari APBD 2022. Bangunan tersebut tidak hanya menjadi lokasi pertemuan warga, tapi juga taman cerdas.
"Jadi yang kumpul-kumpul di sini bukan bapak-bapak atau ibu-ibunya saja, tapi juga sebagai space anak-anak. Akan ada ruang audiovisual. Kami rancang seperti itu agar multifungsi,” pungkasnya. (atn/wa/dam) Editor : Damianus Bram