Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Penumpang Masih Bingung Teknis Pembayaraan Batik Solo Trans

Damianus Bram • Jumat, 21 Oktober 2022 | 14:10 WIB
KETENTUAN BARU: Penerapan tarif bagi penumpang BST harus diiringi sosialisasi agar penumpang tidak bingung. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
KETENTUAN BARU: Penerapan tarif bagi penumpang BST harus diiringi sosialisasi agar penumpang tidak bingung. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – Penerapan sistem berbayar bagi penumpang Batik Solo Trans (BST) dan feeder per 31 Oktober mendapat sorotan. Terutama soal teknis pembayaran digital di angkutan perkotaan ini. Sebab, saat ini baru bisa melayani transaksi dari empat kartu e-money dari BRI, BCA, BNI, dan Mandiri.

"Selama ini masih gratis. Ini untuk membiasakan pakai pembayaran digital. Jadi meski tap kartu e-money saldonya tidak berkurang karena masih gratis. Nah, nanti kalau sudah berbayar, bagaimana penumpang yang tidak punya kartu e-money dari empat bank itu. Pakai apa?" ujar Febri Kurniawati, 24, pelanggan BST koridor 3 saat ditemui di kawasan Warung Pelem, Kamis (20/10).

Penumpang juga mempertanyakan apakah ke depan hanya sekali bayar atau harus kembali membayar saat harus pindah dari koridor satu ke koridor lainnya?. Ini harus disosialisasikan agar penumpang tidak bingung.

“Dulu kalau saya jalan-jalan dengan teman-teman biasanya tap beberapa kali, karena aturannya masih boleh. Nah, besok kalau sudah berbayar itu bagaimana? Satu kartu satu orang atau bisa dipakai beberapa kali," ujar Verena Endang, 56.

Terkait keluhan penumpang ini, Direktur PT Bengawan Solo Trans (Operator BST) Tri Sadadmojo mengatakan, sesuai ketentuan tarifnya Rp 3.700 per penumpang.

"Per 31 Oktober nanti mulai berbayar dengan mekanisme pembayaran digital. Tap kartu e-money untuk mengakses layanannya," jelas dia.

Tri mengatakan, saat ini e-money yang digunakan memang baru dari empat bank, yakni BRI, BNI, BCA, dan Mandiri. Bagi yang tidak memiliki kartu e-money dari empat bank itu, diarahkan agar download aplikasi Teman Bus karena pembayaran via dompet digital belum bisa difasilitasi di armada BST itu.

"Pembayaran cash tidak diterima. Pembayaran lewat dompet digital seperti Link Aja, QRIS, Gopay, dan lainnya juga belum. Jadi sementara hanya lewat e-money itu saja," terang Sadad.

Soal ketentuan teknis penggunaan BST, penumpang bila pindah koridor maka akan dikenai tarif baru sebesar Rp 3.700. "Sekali naik harus bayar sesuai besaran tarif yang ditentukan," beber dia.

Senada diungkapkan Project Manajer PT Transportasi Global Mandiri Suyanta selaku operator feeder. Sama seperti operator BST, pembayaran dilakukan secara cashless dengan penggunaan kartu e-money dari empat bank yang sudah disebutkan.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Taufiq Muhammad mengatakan, untuk persoalan teknis dan ketentuan bagi pelajar, lansia, dan difabel masih terus dimatangkan. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#BST Berbayar #batik solo trans #BST Tak Lagi Gratis