Gibran mengatakan, koleksi pribadinya itu berupa jenis kura-kura darat dengan ukuran tubuhnya salah satu yang terbesar di dunia. Dikenal luas dengan sebutan sulcata atau African Spurred Tortoise.
"Kan ada banyak jumlahnya. Nanti saya hibahkan ke TSTJ. Kalau nggak salah ada delapan indukan ukuran besar," kata dia kemarin.
Gibran mengaku sudah lama memelihara kura-kura darat dari gurun di Benua Afrika itu. Mulanya dia memelihara dari kecil hingga tumbuh besar seperti saat ini. Bahkan beberapa sulcata yang sudah menjadi indukan beberapa bulan lalu sempat bertelur dan berhasil menetaskan puluhan ekor sulcata yang kini jadi tambahan koleksinya.
"Sudah lama saya pelihara di belakang rumah, dari waktu masih kecil sampai jadi banyak sekarang," beber Gibran.
Memelihara kura-kura darat memang lebih mudah daripada memelihara jenis kura-kura air atau yang biasa dikenal dengan sebutan turtles. Dari urusan pakan, kura-kura darat murni herbivora sehingga fesesnya tidak begitu menyengat jika dibandingkan dengan kura-kura air yang cenderung karnivora.
Pemeliharaannya juga tidak membutuhlan upaya ekstra karena bisa disimpan di wadah yang cukup kecil saat masih anakan. Tapi setelah berusia dewasa sebaiknya di pelihara di area yang cukup luas sehingga bisa membuat mereka bisa lebih nyaman seperti saat berada di alam liar. Alasan itulah yang membuat Gibran berencana untuk menghibahkan kura-kura darat koleksinya tersebut.
"Mesakne (kasihan), kandang yang sekarang kekecilan, makanya nanti dihibahkan saja ke TSTJ," jelas dia.
Di pasaran kura-kura sulcata masih jadi favorit dikalangan pecinta hewan eksotik. Selain merupakan hewan yang bukan asli Indonesia, keunikan kura-kura darat yang satu ini terdongkrak dengan label sebagai kura-kura terbesar ketiga di dunia di bawah aldabra yang masih menempati urutan pertama sebagai kura-kura terbesar di dunia dan galapagos yang berada di urutan keduanya.
Karena itu harga satu ekor sulcata masih cukup menguras kantong. Anakan sulcata saat ini masih dihargai di kirsaran Rp 1 juta per ekornya, sementara untuk indukan dengan diamater cangkang di atas 20 centimeter bisa sampai Rp 20-30 jutaan. "Kalau orang lain mau menghibahkan koleksi hewannya ke TSTJ juga boleh lho," ajak wali kota. (ves/bun/dam)
Kura-Kura Sulcata
Asal-usul
Sulcata berasal dari kata latin sulcus yang berarti alur, atau garis yang dalam pada cangkang mereka. Kura-kura ini juga dijuluki African Spur Thigh Tortoise, karena memiliki taji berbentuk kerucut di paha belakangnya.
Terbesar di Dunia
Merupakan spesies kura-kura terbesar ketiga di dunia. Nomor satu adalah kura-kura raksasa aldabra di Seychelles dan kura-kura galapagos di Kepulauan Galapagos dekat Ekuador.
Tumbuh Besar
Kura-kura sulcata betina bisa bertumbuh dengan panjang 50 sentimeter dan berat 60 kilogram. Sedangkan yang jantan hingga mencapai panjang 80 sentimeter dan berat 100 kilogram.
Hewan Herbivora
Termasuk hewan herbivora atau memakan rumput dan tumbuh-tumbuhan. Makanan kura-kura gurun ini terdiri dari sukulen gurun, daun kering, dan rumput, terutama daun dari tanaman morning-glory.
Bertahan tanpa Air
Mampu bertahan berminggu-minggu tanpa makanan dan air. Namun, ketika mereka menemukan sumber air, kura-kura sulcata jantan muda bisa minum hingga sebanyak 15 persen dari berat badan mereka.
Bisa Lebih Agresif
Kura-kura sulcata jantan bisa sangat argumentatif dan agresif. Mereka sering terlihat menyeruduk jantan lain sambil mengeluarkan semua jenis suara, mulai dari suara serak, mendengus, bahkan bersiul. Bahkan sejak menetas sudah saling mencoba mengalahkan.
Butuh Suhu Panas
Karena termasuk hewan gurun, butuh suhu panas agar tetap sehat dan aktif. Mereka bisa bertahan dengan suhu luar ruangan 37 derajat celcius atau lebih tinggi, selama mmemiliki akses ke tempat berteduh. Bila suhu malam hari turun hingga di bawah 15 derajat, mereka membutuhkan panas tambahan. Editor : Damianus Bram