Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ritual Pao Oen, Umat Konghucu di Kota Solo Lepas 888 Burung Pipit dan Ikan Lele  

Damianus Bram • Senin, 9 Januari 2023 | 04:14 WIB
Sebanyak 888 burung Pipit dilepas dalam ritual Pao Oen yang digelar di depan Kelenteng Tien Kok Sie, Minggu (8/1/2023). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
Sebanyak 888 burung Pipit dilepas dalam ritual Pao Oen yang digelar di depan Kelenteng Tien Kok Sie, Minggu (8/1/2023). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Umat Konghucu di Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di depan tempat ibadah Tridharma Kelenteng Tien Kok Sie, Minggu (8/1/2023).

Ketua Yayasan Kelenteng Tien Kok Sie Solo Sumantri Dana Waluya menjelaskan upacara ini digelar untuk menyongsong tahun baru Imlek, dengan harapan bisa menebus kesalahan yang dilakukan dalam setahun terakhir.

Menurut Sumantri ada 888 burung pipit dan 888 ikan lele yang dilepas dalam upacara ini. Ikan lele dilepas di Sungai Bengawan Solo, sedangkan burung pipit di lepas di depan klenteng. Pelepasan hewan hidup ini sebagai simbol dari keseimbangan alam. Tradisi ini sudah digelar sejak beribu-beribu tahun yang lalu.

Ritual Pao Oen ini diawali dengan kegiatan ibadah yang dipimpin oleh Bhante Matra Maitri Mahastavira dari Jakarta Utara. Mereka membaca doa-doa Nien Ching selama kegiatan itu.

"Upacara Pao Oen ini sebagai penanda dimulainya Imlek. Ritual ini, dilakukan supaya umat mendapatkan karma baik atau tolak bala. Dalam upacara ini Pao Oen juga ada ritual potong rambut untuk membuang sial," kata Sumantri.

Dia menyampaikan bahwa melepas burung dan ikan lele saja tidak cukup untuk mendapatkan karma baik. Menurut dia, yang utama dalam usaha untuk mendapatkan karma baik adalah berbuat baik setiap hari. (nik/dam) Editor : Damianus Bram
#Ritual Pao Oen #Kelenteng Tien Kok Sie #Pao Oen