Ketua Yayasan Kelenteng Tien Kok Sie Solo Sumantri Dana Waluya menjelaskan upacara ini digelar untuk menyongsong tahun baru Imlek, dengan harapan bisa menebus kesalahan yang dilakukan dalam setahun terakhir.
Menurut Sumantri ada 888 burung pipit dan 888 ikan lele yang dilepas dalam upacara ini. Ikan lele dilepas di Sungai Bengawan Solo, sedangkan burung pipit di lepas di depan klenteng. Pelepasan hewan hidup ini sebagai simbol dari keseimbangan alam. Tradisi ini sudah digelar sejak beribu-beribu tahun yang lalu.
Ritual Pao Oen ini diawali dengan kegiatan ibadah yang dipimpin oleh Bhante Matra Maitri Mahastavira dari Jakarta Utara. Mereka membaca doa-doa Nien Ching selama kegiatan itu.
"Upacara Pao Oen ini sebagai penanda dimulainya Imlek. Ritual ini, dilakukan supaya umat mendapatkan karma baik atau tolak bala. Dalam upacara ini Pao Oen juga ada ritual potong rambut untuk membuang sial," kata Sumantri.
Dia menyampaikan bahwa melepas burung dan ikan lele saja tidak cukup untuk mendapatkan karma baik. Menurut dia, yang utama dalam usaha untuk mendapatkan karma baik adalah berbuat baik setiap hari. (nik/dam) Editor : Damianus Bram