”Di sini sebenarnya masjid untuk musafir. Jadi nanti tidurnya di depan (latar, bukan selasar utama). Waktu salat mereka ya bangun dan melaksanakan salat,” ujar Wakil Ketua Remaja Masjid Al-Wustho Mangkunegaran Muharrom Fahar Nugroho Adi kepada Jawa Pos Radar Solo.
Selain wisatawan ataupun orang luar kota, jamaah yang datang di Masjid Al Wustho biasanya seorang pekerja.
”Banyak itu waktu hari Jumat. Banyak yang datang ke sini, terutama pekerja yang ada di toko sekitar Slamet Riyadi. Sebelum balik ke kantor, istirahat dulu di sini,” tambahnya.
Istirahatnya mungkin hanya memerlukan waktu beberapa menit atau jam. Pihak masjid mempersilahkan hal tersebut. Bahkan, masjid ini ternyata juga memperbolehkan musafir untuk menginap.
”Kalau menginap, kami mintai KTP. Menanyakan mereka dari mana, keperluan di sini apa,” imbuh Mukhtarrom.
Menginapnya juga di bagian depan, bukan di selasar utama. Pasalnya di selasar utama untuk jamaah beribadah.
”Kalau di Ramadan ini belum ada yang one day full. Kalau yang sekadar istirahat ada,” tambahnya.
Tapi tak boleh asal saja, waktu untuk menginap biasanya ditoleransi satu hingga dua hari. Jika lebih dari itu, pengurus akan koordinasi dengan pihak keamanan. (nis/adi/dam) Editor : Damianus Bram