RADARSOLO.COM - Dibukanya layanan shuttle bus menuju Masjid Raya Sheikh Zayed mendapat perhatian dari segenap Ojek Pangkalan (Opang) yang berada dikawasan Terminal Tirtonadi Solo. Mereka takut pendapatan mereka merosot.
Ketua Paguyuban Ojek Pangkalan Sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Lanyono, 60, saat diwawancara menyatakan pihaknya tidak menolak adanya shuttle bus. Tapi dia mengusulkan adanya pengaturan jam operasi shuttle bus.
“Sebagai warga negara yang baik kami mendukung program pemerintah dengan adanya shuttle bus ini. Tapi tolong nasib kami sebagai wong cilik juga diperhatikan. Kami usul jam operasi shuttle bus sampai pukul 16.00 WIB,” tutur dia.
Bila memang usulan itu tidak bisa direalisasikan, menurut Lanyono, pihaknya menyerahkan sepenuhnya solusi kepada Dishub Solo. Yang terpenting para ojek pangkalan tetap bisa mendapatkan penghasilan layak.
Sebab jumlah ojek pangkalan yang tergabung di paguyuban dia cukup banyak, mencapai sekitar 380 orang. Mereka tersebar di empat pangkalan besar. Sejak shuttle bus beroperasi, pendapatan para ojek itu turun hingga 80 persen.
“Jadi teman-teman ini merasa resah. Bila sebelumnya pendapatan harian bisa mencapai Rp. 60.000 hingga Rp. 70.000. Sejak shuttle bus dioperasikan, pendapatan kami paling hanya Rp. 10.000 sampai Rp. 15.000 per harinya,” ungkap dia.
Pendapatan harian segitu, menurut Lanyono, tentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga setiap harinya. “Teman-teman bekerja mulai pukul 10.00 WIB sampai 22.00 WIB. Hasilnya cuma bisa buat beli es teh,” aku dia.
Lanyono mengatakan pihaknya sudah menemui pejabat Dishub Solo untuk meminta solusi atau jalan keluar terbaik. Namun nyatanya belum ada solusi yang bisa diambil (atn/dam)
Editor : Damianus Bram