Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Selamat Jalan Dr Lo, Sang Panutan Dokter Sejati

Silvester Kurniawan • Rabu, 10 Januari 2024 | 13:00 WIB
Dokter Lo Siaw Ging semasa hidup.
Dokter Lo Siaw Ging semasa hidup.

RADARSOLO.COM – Masyarakat Kota Solo kehilangan sosok dokter yang murah hati. Dokter Lo Siaw Ging meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu, Selasa (9/1).

Dokter yang dikenal luas dengan jiwa sosialnya kepada kaum duafa ini meninggal dalam usia 90 tahun.

Manager Humas Rumah Sakit Kasih Ibu Divan Fernandes mengatakan, Dr Lo dirawat di Rumah Sakit Kasih Ibu sejak 5 Januari lalu. Setelah menjalani perawatan dokter senior ini meninggal pukul 14.00.

Dengan penuh kehilangan, RS Kasih Ibu menyampaikan kabar duka atas meninggalnya Dokter Lo Siauw Ging. Beliau adalah seorang dokter yang berdedikasi sosial tinggi, meninggalkan kita semua hari ini (kemarin) pukul 14.00 di RS Kasih Ibu,” ujar Divan.

Divan mengatakan, Dr Lo dikenal sebagai tokoh yang memiliki dedikasi tinggi dalam mengabdi di  bidang sosial dan kesehatan di Kota Solo.

Dedikasinya yang tanpa henti dalam memberikan layanan kesehatan tanpa memandang status sosioal ekonomi telah memberikan dampak positif bagi banyak orang.

Dr Lo telah meninggalkan warisan luar biasa di RS Kasih Ibu dan Kota Solo. Meninggalkan kenangan yang tak terlupakan bagi mereka yang pernah berinteraksi dengannya.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga, kerabat, dan teman-teman Dokter Lo Siauw Ging. Semangatnya dalam memberikan pelayanan dan kontribusi positif akan tetap dikenang,” ujar dia.

Selanjutnya jenazah dokter kelahiran Magelang, 16 Agustus 1934 yang dikenal masyarakat Solo sebagai dokter yang selalu memberikan layanan berobat gratis itu akan disemayamkan di Thiong Ting Jebres mulai siang ini.

"Rencananya dari rumah sakit dibawa ke Thiong Ting. Tapi saya belum tahu sampai kapan di Thiong Ting karena masih menununggu keputusan sang istri," jelas Sumartono Hadinoto, tokoh masyarakat Solo yang dikenal dekat dengan keluarga Dr Lo ini, kemarin.

Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa juga mengaku kaget kala kali pertama mendapat kabar kematian dokter legendaris itu.

Menurut dia, sosok Dr Lo merupakan panutan bagi warga Kota Bengawan dan setiap orang yang mengenalnya. Kisah sosial dia patut disebarluaskan dan terus diceritakan ke generasi mendatang.

"Hari ini masyarakat Solo kehilangan sosok panutan. Beliau seorang tokoh Tionghoa yang sosialnya melebihi masyarakat yang lain. Paling tidak beliau jadi contoh karena sosialnya tinggi sekali," kata dia. 

Mewakili seluruh jajaran pemkot, Teguh mengungkapkan belangsungkawa pada segenap keluarga dan kerabat.

"Pemkot dan kita semua merasa kehilangan. Semoga mendapat tempat terbaik," tutup Teguh.

Sekadar informasi, Lo Siaw Ging meninggal di usia 90 tahun pada Selasa (9/1) siang. Dokter kelahiran Magelang, 16 Agustus 1934 itu sempat menjabat sebagai dokter di RS Dr Oen Kandang Sapi hingga jadi direktur utama di RS Kasih Ibu (1981-2004).

Meski sudah mencapai puncak karir dalam dunia pengobatan, sang dokter dermawan masih selalu membuka praktik umum di rumahnya di Jagalan, Jebres setiap pagi dan sore hari.

"Dulu saya periksa gratis waktu saya kecelakaan. Saya jadi pasien langganan lebih dari 4 tahun. Gratis tidak pernah bayar. Beliau tegas demi pasiennya," ujar Tri A, pasien setia sang dokter dermawan. (ves/bun)

Editor : Damianus Bram
#lo siaw ging #rs kasih ibu #solo #dr Lo #thiong ting