Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Pemkot Solo Bagi-Bagi Gerobak Standar Gratis

Silvester Kurniawan • Sabtu, 3 Februari 2024 | 03:47 WIB
LEBIH BAGUS: Wawali Teguh Prakosa membagikan gerobak gratis bagi pedagang di balai kota kemarin (2/2).
LEBIH BAGUS: Wawali Teguh Prakosa membagikan gerobak gratis bagi pedagang di balai kota kemarin (2/2).

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo membagikan 28 gerobak baru kepada pedagang kuliner.

Gerobak berbahan stainless steel itu diharapkan bisa meningkatkan pendapatan pedagang lantaran lebih higienis dan tak perlu lagi sewa gerobak pada pihak lain.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo Heru Sunardi mengungkapkan, gerobak dibagikan kepada pedagang di lima kecamatan.

“Totalnya ada 28 gerobak. Empat gerobak untuk warga Kecamatan Laweyan, tiga gerobak untuk warga Kecamatan Serengan, dua gerobak untuk warga Kecamatan Pasar Kliwon, sembilan gerobak untuk warga Kecamatan Jebres, dan 10 gerobak untuk warga Kecamatan Banjarsari,” terang dia, Jumat (2/2) siang.

Pembagian gerobak itu dilakukan atas permintaan dari masyarakat yang diikuti dengan proses seleksi.

Syaratnya, pemohon gerobak baru itu merupakan pedagang yang benar-benar memiliki usaha dan lokasi berjualan buka di lokasi larangan.

“Jadi gerobak baru itu nanti tidak sembarangan ditinggal di pinggir jalan setelah disalurkan oleh pemerintah,” hemat Heru.

Peremajaan gerobak untuk pedagang kuliner itu diharapkan bisa meningkatkan pendapatan pedagang.

Setiap tahunnya agenda serupa rutin dilakukan baik menggunakan APBD maupun bantuan dari dana CSR dari berbagai pihak.

“Sebelumnya dari CSR ada 50 gerobak. Kalau dirata-rata per tahun ada 20-30 gerobak yang dibagikan dari APBD,” kata Kadisdag.

Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa yang membagikan langsung gerobak kepada masyarakat dalam dua hari terakhir memastikan pembagian gerobak itu tepat sasaran.

Diperuntukkan bagi warga yang sudah memiliki usaha namun gerobak dagangnya sudah tidak layak untuk berjualan.

Atau bagi pedagang yang selama ini masih melakukan sewa gerobak untuk jualan sehari-hari.

“Harapannya ya bisa meningkatkan pendapatan mereka,” tutur Wawali. (ves/bun)

Editor : Damianus Bram
#gerobak #pemkot solo #disdag kota solo