RADARSOLO.COM – Kepolisian menjamin tahanan di rumah tahanan (rutan) Polres Sukoharjo bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024, 14 Februari mendatang.
Tercatat hingga hari Rabu (7/2/2024), ada sebanyak 12 tahanan di rutan Mapolres Sukoharjo.
Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit, melalui Kasubsi Penmas Bripka Eka Prasetia menjelaskan, Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Jawa Tengah baru saja menggelar monitoring pelaksanaan kesiapan pemilu, Selasa siang (6/2/2024).
Monitoring ini dipimpin oleh Wadir Tahti Polda Jateng Kompol M. Khoirul Na’im.
“Tim dari Polda Jateng disambut Wakapolres Sukoharjo Kompol Pariastutik. Didampingi sejumlah pejabat utama Polres Sukoharjo di ruang aula Rupatama R. Kusnadi,” kata Eka.
Eka menambahkan, wadir tahti menyampaikan bahwa monitoring ini terkait kesiapan Pemilu 2024 di rutan polres.
Karena Polri mengupayakan agar tahanan tetap bisa menyalurkan hak pilihnya di Pemilu 2024.
“Jangan sampai hak-hak pemilu para tahanan dihalangi. Kami harus membantu mereka. Maka dari itu kami harus siapkan itu semua. Baik tempat maupun perangkat (untuk mencoblos),” imbuh Eka.
Setelah menyampaikan arahannya, wadir tahti juga berdiskusi dengan perangkat penyelenggara pemilu.
Mulai dari panitia pemungutan suara (PPS), panitia pemilihan kecamatan (PPK), serta kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Kota Makmur.
Setelah itu, wadir tahti meninjau rutan Mapolres sukoharjo. Sekaligus mengecek lokasi yang nantinya digunakan untuk pemungutan suara bagi para tahanan, 14 Februari mendatang.
“Saat ini ada 12 tahanan. Sebelumnya ada yang sudah dipindah ke lembaga permasyarakatan. Nanti coblosannya setelah pukul 13.00. Karena menunggu petugas KPPS yang sudah ditunjuk untuk datang ke mapolres,” tandas Eka. (kwl/fer)
Editor : Damianus Bram