Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Gibran: Saya Tak Pernah Jadi Irup

Antonius Christian • Minggu, 18 Februari 2024 | 23:08 WIB
Mangkunegara X alias Bhre saat menjadi pembina upacara di HUT ke-279 Kota Solo.
Mangkunegara X alias Bhre saat menjadi pembina upacara di HUT ke-279 Kota Solo.

RADARSOLO.COM - Ada yang menarik dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-279 Kota Solo di Taman Balekambang, kemarin (17/2/2024).

Bukan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, instruktur upacara (irup) malah diemban KGPAA Mangkunegara X Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.

Sinyal kuat Gusti Bhre bakal jadi suksesor Gibran sebagai wali Kota Solo, dalam pemilihan wali kota (pilwalkot), November mendatang.

Upacara kemarin lekat dengan akulturasi budaya. Di mana ratusan peserta terlihat mengenakan busana adat Jawa.

Peserta laki-laki mengenakan setelan beskap dan lurik. Sedangkan peserta perempuan mengenakan kebaya.

Akulturasi tersebut kian kental dengan penggunaan bahasa Jawa sepanjang upacara.

Gibran hadir dalam upacara mengenakan beskap warna biru dongker. Ditemani istrinya, Selvi Ananda yang mengenakan kebaya warna cokelat.

Gibran duduk di atas panggung kerhormatan, berdampingan dengan Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa. Ditemani jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Solo.

Ditemui usai upacara, Gibran mengaku irup tak harus wali kota. Mengingat dalam beberapa event yang telah digelar di Kota Bengawan, justru bukan Gibran yang jadi irup.

“Saya kan tidak pernah menjadi irup. Semuanya pernah jadi irup di event-event Kota Solo. Itu hal biasa. Kemarin ketua Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu Kota Solo). Ada veteran jadi irup. Nggak harus wali kotanya,” kata Gibran kepada Jawa Pos Radar Solo.

Pada kesempatan ini, Gibran berharap seluruh program pemkot segera terselesaikan. Termasuk sejumlah infrastruktur yang sudah dibangun, bisa dimanfaatkan oleh warga. Sehingga memunculkan multiplier effect yang akan mendongkrak perekonomi.

“(Upacara Hari Jadi Ke-279 Kota Solo) hari ini (kemarin) di Taman Balekambang. Harapannya para seniman, budayawan, dan pemerintah bisa berkolaborasi untuk melestarikan kekayaan yang ada. Seperti gamelan, ketoprak, dan lain-lain,” imbuh putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini.

Sementara itu, mendapat kesempatan kedua jadi irup, Gusti Bhre mengaku tidak ada persiapan khusus.

Karena tahun lalu pernah menjadi irup dalam upacara HUT Ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Stadion Sriwedari.

“Senang bisa ikut berkontribusi dalam acaranya. Apalagi acara di Taman Balaekambang. Karena Balekambang dekat sekali dengan kami. Dulunya dibangun eyang buyut saya, (KGPAA) Mangkunegara VII,” ucapnya.

Di usia ke 279 tahun ini, masyarakat harus memantapkan hati menyambut Kota Solo sebagai kota budaya.

“Solo ini memiliki banyak sejarah. Bukan karena adanya keraton saja, namun juga akulturasi budaya yang sudah menyatu. Sehingga  terwujud masyarakat yang guyub rukun,” imbuhnya.

Salah satu bentuk kolaborasi terbaru, lanjut Gusti Bhre, yakni revitalisasi Taman Balekambang.

“Inilah yang saya katakan kolaborasi tadi. Menuju kota maju, tapi tidak kehilangan akar budayanya,” paparnya. (atn/fer)

Editor : Damianus Bram
#irup #wali kota solo #Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo #KGPAA Mangkunegara X #gibran rakabuming raka