RADARSOLO.COM - Ibadah zikir yang dilakukan selama bulan suci Ramadhan punya keistimewaan lebih, dibanding bulan-bulan lain. Karena zikir dapat menyucikan hati dan meningkatkan ketakwaan. Umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah ini.
Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan diri dari lapar dan haus. Melainkan mewujudkan diri memiliki hati yang suci, memiliki kepekaan, dan menjadi hamba yang bertakwa melalui zikir.
Hal itu disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalam Ar Sugeng Riadi. Sugeng mengatakan hakikat hidup manusia adalah beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
”Ibadah yang utama adalah salat, karena ketika hari kiamat hal pertama dipertanyakan adalah salat. Salat itu pada hakikatnya zikir atau mengingat kepada Allah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (14/3).
Sugeng menambahkan, zikir bisa dilakukan setiap saat. Akan tetapi ketika Ramadan pahala yang didapatkan akan berlipat ganda.
”Zikir bentuknya macam-macam, istighfar, tahmid, tahlil, tasbih, bahkan membaca Alquran termasuk berzikir. Nah ketika dilakukan di bulan Ramadan, (pahala) akan dilipatgandakan,” paparnya.
Sugeng menegaskan, zikir juga bisa dilakukan di berbagai tempat kecuali tempat-tempat yang dilarang menyebut nama Allah. Selain itu, zikir tidak harus dengan suara keras, tetapi bisa dilafalkan dalam hati.
”Sembari mengemudi, menunggu, atau bekerja, kita bisa berzikir. Manfaatkan bulan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya. Dengan kita beristigfar kepada Allah, kita akan diberi rezeki, diberi anugerah, dan nanti di akhir masuk surga,” jelasnya.
Selain fokus pada amalan ketika Ramadhan, Sugeng juga menganjurkan untuk memperkaya ilmu agama, terutama melalui media sosial.
”Media sosial dan kegiatan harian yang bersifat duniawi bisa dikurangi menjadi kegiatan yang bersifat rohani. Jadi selama ini kita mungkin (menggunakan media sosial) hanya untuk hiburan. Ramadhan ini kita manfaatkan semuanya untuk tholabul Ilmi. Dengan mendapatkan ilmu, kita akan menjadi umat yang berkualitas atau mendapatkan kebaikan di bulan suci Ramadhan,” tandasnya. (zia/adi)
Editor : fery ardi susanto