Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Menantu Tipu Mertua Bikin Order Fiktif Paket Takjil ke Masjid Raya Sheikh Zayed: Kerugian Hampir Rp 1 Miliar, Pelaku Ngaku Gak Dapat Apa-apa

Antonius Christian • Sabtu, 20 April 2024 | 20:42 WIB
Masjid Sheikh Zayed menjadi salah satu jujugan wisata religi di Kota Solo
Masjid Sheikh Zayed menjadi salah satu jujugan wisata religi di Kota Solo

RADARSOLO.COM - Kasus penipuan atau order fiktif menu takjil buka puasa mencatut nama Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.

Dalam kasus ini, dua katering asal Sukoharjo mengalami kerugian total hampir mencapai Rp 1 miliar, karena mereka terus memasok paket takjil ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo selama bulan puasa.

Pelaku order fiktif berinisial E tekah diamakan jajaran Polresta Solo, setelah sempay melarikan diri ke Ngawi, Jawa Timur.

"Sudah diamankan inisial E, kemarin (Jumat) malam. Iya (sempat kabur ke Ngawi)," kata Kasat Reskrim Polresta Solo Kompol Ismanto, Sabtu (20/4/2024).

Kasus penipuan order fiktif ini bermula saat E sesumbar kepada dua pemilik katering, yakni Slamet dan Supodo jika dia mendapat orderan paket takjil buka puasa dari Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.

Kebetulan Slamet merupakan mertua dari E.

"Keterangannya, dia mendapatkan informasi adanya peluang untuk memasok buka bersama (ke Masjid Raya Sheikh Zayed)," tutur Ismanto.

Namun, kenyatannya tak ada deal atau perjanjian kerja sama antara E dengan pihak Masjid Raya Sheikh Zayed.

Padahal, E sudah telanjur mengatakan kepada mertua dan Supodo jika akan ada pesanan paket takjil.

Bahkan, Slamet dan Supodo sudah kulakan bahan-bahan untuk paket takjil tersebut.

"Akhirnya untuk menutupi rasa malu, E tetap mengirimkan paket takjil itu dan menyampaikan kepada pihak Masjid Raya Sheikh Zayed itu sedakah dari hamba Allah," papar Ismanto.

Maka, tanpa sepengatahuan Slamet dan Supodo, katering mereka masing-masing terus membuat paket takjil selama puasa.

Slamet yang merupakan pemilik katering Vio dan Supodo pemilik katering Adila membuat 400 paket nasi senilai Rp 25 ribu dan 400 paket takjil senilai Rp 15 ribu untuk dikirim ke masjid selama 28 hari.

Ismanto mengatakan, kasus ini cukup unik.

Meski kedua korban mengaku merugi hampir Rp 1 miliar, yakni Rp 960 juta, namun tidak ada keuntungan materiil yang didapatkan pelaku.

"Ini sedikit unik ya," ucapnya.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih terus didalami pihak kepolisian. Proses penyelidikan terus dilakukan.

"Sementsra kita masih lanjut. Korban ada dua. Kalau keluarga mau (damai), tapi kan pihak Slamet orang luar (bukan keluarga E). Kita lanjut prosesnya," ujar dia. (atn/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#penipuan #katering #order fiktif #takjil #buka puasa #polresta solo #Masjid Raya Sheikh Zayed