Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pipa Air PDAM Putus, Dua Rumah Sakit di Solo Ini Terkena Dampaknya

Silvester Kurniawan • Senin, 29 April 2024 | 04:37 WIB

 

PDAM memasok air bersih ke RS Kasih Ibu karena terkena dampak pipa terputus
PDAM memasok air bersih ke RS Kasih Ibu karena terkena dampak pipa terputus

SOLO, Radar Solo – Pasokan air bersih ke ribuan rumah warga termasuk rumah sakit di Kota Bengawan terganggu. Kondisi ini terjadi akibat kebocoran pipa transmisi PDAM di Cokro Tulung, Klaten. 

 

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, sementara PDAM Toya Wening Kota Solo melakukan droping air bersih ke rumah sakit dan perumahan yang terkena dampak kejadian tersebut. 

 Baca Juga: Diserbu Sampah Luar Daerah, Munculkan Bau Busuk, TPS di Laweyan Solo Ini Resmi Ditutup Total

Pejabat Pengelola Informasi Publik PDAM Toya Wening Bayu Tunggul membenarkan adanya gangguan layanan air bersih akibat jebolnya pipa transmisi tersebut. Menurut dia, jebolnya pipa dari sumber mata air Cokro Tulung Klaten itu mengakibatkan 9.000 sambungan rumah terdampak pada Minggu (28/4) ini. 

 

"Kebocoran baru diketahui pagi ini (kemarin). Ada jaringan pipa di sungai pecah (bocor) karena tertimpa pohon yang roboh," terang dia. 

 

Bayu menjelaskan, pipa transmisi dari sumber air Cokro Tulung itu dialirkan melalui dua jaringan pipa berkapasitas 400 liter per detik. Satu jaringan pipa itu putus karena tertimpa pohon roboh sehingga saluran berkurang separonya karena air dari saluran itu langsung kembali ke aliran sungai yang ada di sekitarnya. 

 Baca Juga: Watak Manusia Berdasarkan Hari Lahir Pasaran Jawa, Kamu Termasuk yang Mana?

"Satu putus kemungkinan karena kayu roboh. Akhirnya 200 liter per detik hilang jadi nggak bisa terdistribusikan karena putus itu," jelas Bayu. 

 

Akibat kebocoran saluran transmisi itu pasokan ke beberapa wilayah di Sukoharjo dan Solo berdampak. Di Sukoharjo meliputi wilayah Kecamatan Kartasura. Yakni, Desa Pabelan, Gonilan, Makamhaji, Pucangan, Kartasura dan kompleks Kopassus. Kemudian di Solo meliputi Pajang, Kerten, Jajar, Sondakan, dan Purwosari.

 

Akibat terputusnya aliran air bersiha itu, Bayu mengaku PDAM Solo banyak menerima aduan dari pelanggan pada Minggu (28/4) ini. 

 

"Pasokan nggak aman, sudah komplain banyak yang tidak mengalir ke kelurahan itu," ujar dia. 

 

Hingga sore kemarin, perbaikan jaringan pipa yang pecah itu terus dilakukan. Sembari itu, PDAM melakukan droping air bersih ke sejumlah lokasi yang pasokan airnya benar-benar terhenti seperti Rumah Sakit Kasih Ibu, RS Ortopedi hingga Solo Paragon Mall.

 

Bayu menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamaan tersebut. Sebab, kejadian ini terjadi karena adanya bencana alam kemarin.

 

"Sementara pengiriman air kami khususnya ke rumah sakit, (RSKasih Ibu dan RS Ortopedi). Kemudian karena Solo Paragon Mal itu juga mengandalkan PDAM, kita drop tangki. Sementara untuk itu dulu, tapi kalau sampai 24 jam warga tidak dapat air, nanti kami drop air," jelas Bayu. 

 

Di sisi lain, keluhan terkait layanan tak maksimal yang terjadi pada Minggu (28/4) ini tercatat dalam Unit Layanan Aduan Surakarta. Banyak pelanggan PDAM yang mengeluhkan jika air di wilayah mereka berkurang debitnya hingga berhenti mengalir.

 

"Buat PDAM tolong di Minggu pagi ini tumben air tidak mengalir di Kerten sekitar Jalan Nangka. Tolong perhatiannya," keluh Suwanto, melalui ULAS, Minggu (28/4).

Dikonfirmasi terpisah, Manajer Umum RS Kasih Ibu Galih Yuris Prasetyo menyatakan, gangguan distribusi air bersih dari PDAM pada Minggu (28/4) ini cukup memberikan dampak. Meski demikian  operasional dan pelayanan pada pasien masih bisa dikondisikan dengan baik.

 

"Kami dibantu PDAM untuk suplai air tangki. Dan kami juga beli air tangki dari rekanan kami di Kemuning untuk memastikan pasokan air tercukupi," kata dia.

 

Dia berharap segera ada perbaikan pelayanan dari PDAM menimbang kebutuhan air di rumah sakit cukup penting dalam menunjang operasional dan pelayanan. Pihaknya berharap perbaikan bisa dilakukan dengan cepat agar semuanya bisa berjalan. Sebab, sumber air tanah milik rumah sakit juga belum bisa digunakan seiring proses renovasi yang masih berjalan di rumah sakit setempat.

 

"Air PDAM masih mati sampai saat ini. Harapannya bisa cepat diselesaikan perbaikannya agar pelayanan rumah sakit tidak terganggu. Selama gangguan kami tetap butuh bantuan air tangki dari PDAM," tutup Galih. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#sambungan #Cokro Tulung #Air Bersih #rumah sakit #pdam