Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Usung Sekaten, Malam 1 Suro hingga Rojomolo: Solo Batik Carnival Tahun Ini Simpan Harapan Selalu Kembali

Antonius Christian • Minggu, 14 Juli 2024 | 02:13 WIB
Peserta Solo Batik Carnival (SBC) tahun 2024 dengan kostum batik yang megah.
Peserta Solo Batik Carnival (SBC) tahun 2024 dengan kostum batik yang megah.

RADARSOLO.COM - Gelaran Solo Batik Carnival (SBC) 2024 kembali menghibur masyarakat Kota Solo maupun wisatawan pada Sabtu (13/7) sore.

Dalam gelaran ke-15 kali sejak tahun 2008 silam, event Solo Batik Carnival alias SBC masih menjadi magnet tersendiri dengan keindahan kreasi kostum batik nan megah.

Pantauan radarsolo.com, masyarakat mulai menyemut di sepanjang ruas Jalan Slamet Riyadi hingga Jalan Jenderal Sudirman (Jensud) sejak Sabtu siang.

Para peserta yang mengenakan beragam kreasi kostum berbahan batik nan indah dan megah juga terlihat berkumpul di titik start di simpang tiga Sriwedari.

Kirab SBC dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa dengan memukul kentongan.

Setelah dibuka, para perserta langsung berlenggak-lenggok di sepanjang jalan ruas Jalan Slamet Riyadi hingga depan Balai Kota Solo.

Memamerkan warna-warni kostum batik mereka yang unik, megah dan memukau.

Salah satu perserta, Didi Subekti mengatakan, ini kali ketiga dirinya ikut gelaran Solo Batik Carnival.

"Ikut pertama tahun 2019, kemudian sempat vakum kan itu karena pandemi. Ikut lagi tahun lalu sama tahun ini," ungkap Didi.

Pria asal Sukoharjo ini mengatakan butuh waktu 3 bulan untuk menyelesaikan desain kostum batiknya.

Dia terasuk dalam defile Pracimatuin dengan nuansa kostum batik warna hijau.

"Saya kemarin masuk tema Pracimatuin. Sempat bingung juga mau dibuat apa. Akhirnya saya buat tema burung lengkap dengan sayapnya. Untuk model, saya pakai keponakan saya," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Solo Aryo Widyantoko mengatakan, dari tahun ke tahun Pemkot Solo selalu menampilkan sajian yang berbeda agar event tahunan tersebut selalu menarik untuk ditonton.

Adapun tema setiap tahunnya memiliki makna yang tersirat dan filosofis.

Dia menjelaskan, tahun ini, Solo Batik Carnival mengusung tema besar Amerta: The Legacy of Mataram Kingdom.

"Tema tersebut bermakna abadi atau keabadian. Dengan harapan untuk menunjukkan keagungan warisan Kerajaan Mataram yang senantiasa abadi di Kota Solo," tutur Aryo.

Motif batik yang digunakan pada kostum Solo Batik Carnival adalah motif Pisak Bali, karena memiliki filosofi yang sangat bermakna.

Di mana kata Pisak Bali berasal dari bahasa Jawa, pisan (lagi) dan bali (kembali), yang jika disatukan berarti selalu kembali atau berulang.

Diharapkan dengan filosofi ini Solo Batik Carnival alias SBC dapat berkesan dan selalu eksis di hati masyarakat Kota Solo.

Di samping itu, tersimpan harapan peninggalan bersejarah Kerajaan Mataram semakin lestari dan abadi sampai kapan pun.

"Ada ratusan pihak yang terlibat. Ini membuat event legendaris Solo seperti semakin menemukan kematangannya," jelasnya.

Diketahui, ada lima defile pada gelaran Solo Batik Carnival tahun ini.

Pertama dalah Sekaten, yang berarti memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Di mana di Kota Solo selalu menyambutnya dengan acara Sekaten.

Kedua adalah Pracimatuin sebagai perwujudan taman kebanggaan Kota Solo yang terbaru, yang dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII.

Kemudian ada tema Asyura atau perlambang Sura.

Baca Juga: Merti Desa Bibis Kulon Jadi Magnet Para Bacawali Solo, Ki Dalang Jatmiko: Pilih Wali Kota yang Suka Wayang Kulit

Di mana 1 Suro merupakan salah satu malam yang sakral bagi masyarakat Jawa. Solo pun kental dengan kegiatan kirab Malam 1 Suro.

Tema lainnya adalah Mahesa Lawung. Di mana upacara adat ini merupakan tradisi turun temurun sejak dinasti Mataran.

Sedangan untuk defile terakhir adalah Rojomolo, yaitu hiasan pada peraju rajamala yanag dibuat oleh Putra Mahkuta PB IV, KGPAA Mangkunegara III.

"Untuk peserta tahun ini cukup banyak. Tidak hanya dari Solo Raya, tapi juga ada kelompok dari Tuban, Wonosobo, serta Semarang," pungkas Aryo. (atn/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#kirab #SBC #event kota solo #kostum #Solo Batik Carnival #batik