RADAR SOLO.COM – Puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus tahun ini akan mulai berangsur turun pada September hingga akhirnya memasuki musim penghujan, November mendatang.
Kendati demikian, masyarakat diminta untuk terus waspada akan potensi bencana kekeringan dan bencana kebakaran yang bisa terjadi saat musim kemarau seperti saat ini.
Koordinator Bidang Data dan Informasi, BMKG Jawa Tengah Iis Widya Harmoko mengungkapkan, puncak musim kemarau yang terjadi di Agustus ini akan segera berakhir.
Bisa jadi akan berangsur turun kadar kekeringannya pada September sampai November nanti, dan berganti ke musim penghujan. Meski ada potensi La Nina, kemarau tahun ini terbilan normal dan tidak akan sekering musim kemarau 2023.
“Musim kemarau itu mulai Juli, Agustus, dan September. Tentu Juli dan September tidak akan sekering saat memasuki Agustus. Di Solo Raya kemungkinan berakhir di November,” terangnya, Rabu (28/8/2024).
Pihaknya menyebut kemarau tahun ini tidak akan sekering tahun sebelumnya yang dipengaruhi oleh El Nino. Oleh sebab itu pada kemarau tahun ini masih ditemukan sejumlah fenomena hujan di berbagai daerah yang sudah memasuki musim kemarau. Dengan demikian, adapun potensi kekeringan dipandang sebagai hal yang normal yang terjadi di puncak musim kemarau seperti saat ini.
“Arahan selanjutnya kami masih menunggu dari pusat untuk komunikasi dengan stakeholder lain. Namun komunikasi awal sudah dilakukan bersama PMI, BPBD, hingga KLHK (potensi bencana kebakaran hutan dan lahan). Dan informasi awal ini juga dimanfaatkan BPBD di wilayah untuk menerbitkan SK Siaga Darurat Bencana Kekeringan,” terangnya.
Sebelumnya BPBD Kota Surakarta telah menetapkan status Darurat Kekeringan ada puncak musim kemarau tahun ini. Oleh sebab itu sejak Agustus 2024 sejumlah antisipasi sudah dilakukan sebagai langkah pencegahan bencana kekeringan di Kota Solo.
Dalam momen tersebut, BPBD juga melakukan sejumlah antisipasi terhadap potensi bencana kebakaran yang bisa muncul di puncak kemarau seperti saat ini.
“Bencana kebakaran beberapa terjadi di pemukiman dan lahan kosong, kami sudah koordinasi dengan berbagai pihak. Kalau kekeringan, sejauh ini belum ada yang kekurangan air bersih. Tapi potensi kekeringan dan pencemaran air saat kemarau tetap jadi perhatian,” ucap Kepala BPBD Kota Solo Nico Agus Putranto. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy