Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Museum Megah di Solo Ini Sebentar Lagi Kelar Dibangun, Sayang Masih Terkendala Ini

Silvester Kurniawan • Selasa, 11 Februari 2025 | 04:03 WIB
Bangunan Museum Sain di kawasan Pedaringan Jebres. (M Ihsan/Radar Solo)
Bangunan Museum Sain di kawasan Pedaringan Jebres. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pembangunan Museum Budaya Sains dan Teknologi Bengawan Solo di kawasan Pedaringan hampir rampung, namun hingga kini masih menyisakan teka-teki besar siapa yang akan mengelola museum tersebut.

Sejak dibangun pada Januari 2023, proyek yang seluruh biayanya ditanggung oleh Tahir Foundation (Mayapada Group) ini dijadwalkan selesai dalam waktu dua tahun. Namun, keterlambatan dalam penyelesaian beberapa pekerjaan membuat jadwal peresmian masih belum pasti.

Sekretaris Daerah Kota Solo Budi Murtono memastikan bahwa pembangunan masih terus berjalan, meski ada beberapa kendala teknis yang menyebabkan proyek ini meleset dari target awal.

"Progresnya masih berjalan, saya belum dapat laporan terbaru. Kalau berdasarkan jadwal memang dua tahun, tapi di lapangan masih ada beberapa pekerjaan yang perlu dirampungkan," ujar Budi saat ditemui di Balai Kota Solo, Senin (10/2/2025).

Di tengah proses pembangunan yang hampir selesai, teka-teki terbesar muncul, yakni siapa yang akan mengelola Museum Sains ini setelah rampung?

Menurut Budi, Mayapada hanya bertanggung jawab atas pembangunan dan isi museum, sementara pengelolaannya sepenuhnya akan diserahkan kepada pemerintah kota. Namun, hingga kini belum ada keputusan pasti apakah museum ini akan dikelola langsung oleh BUMD Pedaringan atau diserahkan kepada pihak ketiga.

"Mayapada akan menghibahkan bangunan dan seluruh isinya kepada pemkot. Mereka tidak terlibat dalam pengelolaannya. Sejauh ini, opsi yang ada adalah dikelola oleh BUMD Pedaringan atau mencari operator pihak ketiga. Namun, keputusan akhirnya menunggu kebijakan wali kota yang baru," terang Budi.

Budi mengakui bahwa hingga saat ini belum ada gambaran jelas mengenai mekanisme pengelolaan ke depan. Hal ini akan dikomunikasikan lebih lanjut setelah Respati Ardi dan Astrid Widayani resmi menjabat sebagai wali kota dan wakil wali kota Solo pada 20 Februari.

Satu hal yang pasti, wali kota terpilih memiliki pandangan yang berbeda terkait fungsi museum ini. Respati Ardi disebut ingin agar Museum Sains tidak hanya berfungsi sebagai museum, tetapi memiliki peran lebih luas.

"Nanti kami sinkronkan dengan visi-misi wali kota yang baru. Beliau menginginkan agar bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai museum, tapi bisa memiliki kegunaan lain. Ini akan jadi bagian dari prioritas beliau," jelas Budi.

Sebelumnya, Museum Sains juga masuk dalam daftar kerja sama pihak ketiga yang ditinjau ulang menjelang akhir masa jabatan Wali Kota Solo Teguh Prakosa. Menurut Teguh, mekanisme pengelolaan museum ini harus disesuaikan dengan aturan aset pemerintah, mengingat lahan tempat museum berdiri merupakan bagian dari aset Pedaringan.

"Museum Sains ini dibangun dari dana CSR Mayapada. Jika pemkot tidak bisa mengelolanya sendiri, maka harus ada opsi pihak ketiga yang bisa mengoperasikan museum ini ke depannya," tegas Teguh. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#bengawan solo #pemkot solo #tahir foundation #Museum Budaya Sains dan Teknologi