Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Buka Kongres PSI di Solo, Jeffrie Geovanie Ungkap Mimpi Awal PSI dan Harapannya untuk Ketua Umum Terpilih

Antonius Christian • Sabtu, 19 Juli 2025 | 18:52 WIB

Buka Kongres PSI di Solo, Jeffrie Geovanie Ungkap Awal Mula PSI dan Harapannya untuk Ketua Umum Terpilih
Buka Kongres PSI di Solo, Jeffrie Geovanie Ungkap Awal Mula PSI dan Harapannya untuk Ketua Umum Terpilih

RADARSOLO.COM - Menandai satu dekade perjalanannya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar Kongres pertama di Gedung Graha Saba Buana, Solo.

Ribuan kader dari seluruh Indonesia memadati lokasi sejak pagi untuk mengikuti momen bersejarah: penetapan Ketua Umum PSI melalui sistem Pemilu Raya internal.

Kongres dibuka oleh Ketua Dewan Pendiri PSI, Jeffrie Geovanie, yang dalam pidatonya menyampaikan refleksi mendalam tentang sejarah kelahiran partai.

Ia menegaskan bahwa PSI bukan lahir dari tokoh-tokoh besar atau kekuatan finansial, melainkan dari keyakinan dan mimpi perubahan.

Baca Juga: Kaesang Pangarep Hadiri Kongres PSI di Solo, Sudah Minta Restu Jokowi Sebelum Pengumuman Ketua Umum

“Partai ini bukan didirikan oleh orang-orang hebat atau berkuasa. PSI lahir dari mereka yang bermodal mimpi, dari diskusi hari demi hari tentang nasib bangsa, pendidikan, dan rekrutmen politik yang lebih sehat,” ujar Jeffrie lantang dari podium utama.

Ia mengisahkan bagaimana sejumlah profesional muda, pasca Pilpres 2014, merasa gelisah terhadap sistem politik yang terlalu bergantung pada elite.

Buka Kongres PSI di Solo, Jeffrie Geovanie Ungkap Awal Mula PSI dan Harapannya untuk Ketua Umum Terpilih
Buka Kongres PSI di Solo, Jeffrie Geovanie Ungkap Awal Mula PSI dan Harapannya untuk Ketua Umum Terpilih

Nama-nama seperti Krisnadi (eks CEO SMRC), Raja Juli Antoni, dan Isyana Bagoes Oka disebut sebagai para pendiri yang awalnya justru "alergi" terhadap dunia politik.

Jeffrie juga menuturkan bagaimana dirinya yang telah pensiun dan tinggal di Singapura, dibujuk terus-menerus oleh para inisiator untuk kembali terlibat.

Baca Juga: Didukung Banyak DPW-DPD, Agus Mulyono Herlambang Mantap Tatap Kursi Ketua Umum di Kongres PSI

“Saya ini bukan pengusaha besar, hanya pengusaha biasa di Singapura. Tapi mereka tidak menyerah membujuk saya,” kisahnya disambut tawa para kader.

Salah satu cerita menarik yang dibagikan adalah keinginan awal meminta Presiden Jokowi memilihkan nama dan logo partai. Namun Jeffrie menolaknya.

“Saya bilang ke mereka: ‘Memangnya kalian siapa? Pak Jokowi baru dilantik, kalian minta beliau pikirkan logo partai?’ Akhirnya kita putuskan bikin nama dan logo sendiri,” tegasnya.

Kini, sepuluh tahun berlalu, PSI berkembang sebagai partai yang dikenal dengan semangat keterbukaan dan partisipasi anak muda.

Dalam AD/ART terbaru yang disahkan dalam kongres, struktur Dewan Pembina diperkuat, berisi dua nama yang ditunjuk oleh Ketua Umum terpilih.

“Ketua Umum PSI bukan pemilik kekuasaan tunggal. Dewan Pembina menjadi pengimbang utama. Siapa pun yang menang, kekuasaan itu tak bisa dimonopoli,” tegas Jeffrie.

Ia juga menitipkan pesan kepada tiga kandidat Ketua Umum PSI—Kaesang Pangarep, Ronald Aristone Sinaga, dan Agus Mulyono Herlambang—agar tetap menjaga persatuan usai pemilihan.

“Yang dua jangan ditinggalkan. PSI dibangun oleh kolaborasi, bukan kompetisi tanpa arah,” ujarnya.

Baca Juga: Bro Ron Deg-degan Jelang Hasil Kongres PSI, Ungkap Strategi Murah Meriah Menangkan Pemilu Raya

Menyinggung dinamika nasional, Jeffrie mengajak PSI meneladani kedewasaan politik seperti Jokowi dan Prabowo.

“Dua kali dikalahkan, tapi Pak Prabowo duduk di kabinet. Pak Jokowi yang sempat diserang, justru merangkul. Ini soal kedewasaan berdemokrasi,” kata Jeffrie.

Ia juga mengakui bahwa PSI sempat mengalami masa-masa sulit, dengan elektabilitas stagnan dan banyak kader merasa putus asa.

“Kita pernah ada di titik nol koma. Tapi kita tidak menyerah. Hari ini kita bangkit,” ucapnya penuh semangat.

Baca Juga: Kongres Perdana PSI di Solo Dihadiri Jokowi dan Prabowo, 1.300 Kader Merah-Putih Memadati Graha Saba Buana

Menutup pidatonya, Jeffrie menegaskan bahwa Kongres ini bukan sekadar pemilihan Ketua Umum, tetapi momentum untuk mengembalikan semangat awal perjuangan.

“Jangan biarkan kekuasaan merusak mimpi kita. PSI harus tetap jadi rumah gagasan, rumah pemersatu,” pungkasnya. (Atn)

Editor : Nur Pramudito
#graha saba #Kongres PSI #jeffrie geovanie #solo #partai solidaritas indonesia #Ketua Umum #psi