RADARSOLO.COM- Anggaran perbaikan aset yang rusak pasca-kerusuhan akhir Agustus lalu masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemkot.
Meskipun ada harapan bantuan dari pusat untuk beberapa aset, perbaikan Halte Public Transport Information System (PTIS) yang dulu didanai APBN, belum ada kepastian.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo Taufiq Muhammad membenarkan bahwa total kerusakan aset milik Dishub mencapai Rp2,5 miliar.
Kerusakan ini mencakup Halte PTIS, halte permanen dan portabel, CCTV, serta sejumlah sarana prasarana lainnya.
Untuk saat ini, sarana pendukung seperti Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), rambu lalu lintas, dan water barrier sudah diperbaiki menggunakan anggaran perawatan.
"Water barrier, tahun ini dari APBD Perubahan 2025 sekitar Rp90 juta untuk pengadaan 100 water barrier," terang Taufiq, Rabu (10/9/2025).
"Namun, untuk aset yang memerlukan anggaran besar, Dishub masih berharap ada suntikan dana di tahun depan," imbuh dia.
Perbaikan Halte PTIS dan CCTV Belum Pasti
Perbaikan 27 Halte PTIS dan CCTV yang nilai pengadaannya dulu mencapai Rp9 miliar masih belum ada kepastian.
Taufiq menjelaskan, yang rusak saat ini adalah CCTV dan PTIS-nya, bukan konstruksi haltenya.
"Kemarin dari bagian aset menghitung itu untuk kerugian (aset Dishub) sekitar Rp2,5 miliar. Ini nilai kerusakan, kalau perbaikan ya mungkin bisa naik turun sedikit dari angka itu,” bebernya.
Baca Juga: Harga Beras Masih Tinggi, Pemkab Klaten Siapkan Gerakan Pangan Murah bagi Karyawan Pabrik
Total kerugian seluruh aset pemkot pasca-kerusuhan diperkirakan mencapai Rp13,8 miliar.
Meskipun perbaikan gedung sekretariat DPRD akan difasilitasi oleh pemerintah pusat, pemkot masih berupaya agar kebutuhan perbaikan aset lainnya bisa masuk dalam APBD 2026.
“Ya semoga (di APBD 2026) bisa dimasukkan anggaran untuk perbaikan yang rusak-rusak kemarin,” ucap Walikota Solo Respati Ardi belum lama ini. (ves)
Editor : Tri wahyu Cahyono