RADARSOLO.COM – Tak hanya moda transportasi bus dan truk saja yang diramcek Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo. Armada becak juga diramcek untuk memastikan kelayakannya dalam melayani penumpang. Ramcek digelar bersamaan dengan pendataan pengemudi becak di kawasan Keraton Kasunanan, Rabu (8/10).
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Solo Ari Wibowo menjelaskan, ramcek ini langkah progresif dalam pengawasan transportasi umum. Menyusul upaya branding terhadap becak, sebagai salah satu transportasi tradisional untuk wisata.
“Hari ini (kemarin) kami datangi para pengemudi becak di kawasan Keraton Kasunanan. Setiap pengemudi kami data identitasnya. Kami foto KTP-nya berserta pengemudinya. Kami juga dokumentasikan armadanya,” kata Ari.
Di waktu bersamaan, juga dilakukan ramcek armada becak. Mulai dari sistem pengereman, tekanan angin pada ban, dan sejenisnya. Ini dilakukan untuk memastikan becak-becak di Kota Bengawan dalam kondisi prima. Sekaligus meminimalkan kecelakaan di jalan raya.
“Modelnya seperti ramcek untuk kendaraan bermotor. Bedanya, ini menyasar armada becak. Pengecekan armada ini bersamaan pendataan pengemudi becak di Solo,” beber Ari.
Nantinya, giat serupa akan rutin dilakukan di pangkalan-pangkalan becak lainnya. Jika semuanya komplet, pendataan ulang akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sekali. Sebagai upaya pembaruan basis data pengemudi dan armada becak.
“Hasil pendataan akan dibuatkan kartu identitas khusus. Baik pengemudi maupun armadanya. Istilahnya kartu tanda kecakapan mengemudi (KTKM) pengemudi becak dan surat tanda nomor kendaraan tidak bermotor (STNKTB). Ini berlaku tiga tahun dan wajib diperbarui,” papar Ari.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Keluarga Becak (FKKB) Kota Solo Sari Ahmad membenarkan terkait pendataan dan ramcek. Tujuannya agar pengawasan pengemudi dan armada becak terdokumentasi dengan baik.
Dia optimistis upaya ini untuk mengangkat kesejahteraan pengemudi becak. Melalui program-program yang ditelurkan pemkot, seperti bantuan sosial, digitalisasi pembayaran, dan sebagainya.
“Pendataan sasarannya 25 pengemudi becak di kawasan keraton. Nanti menyusul yang di Pasar Klewer, Benten Vastenburg, Hotel Royal Heritage, dan Pasar Gede. Targetnya masih banyak, karena pengemudi becak di Solo sekira 500 orang,” ujarnya. (ves/fer)
Editor : fery ardi susanto