Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Gusti Moeng Klaim Keluarga Besar Keraton Sudah Satu Suara, Hangabehi Dinobatkan PB XIV

Silvester Kurniawan • Kamis, 13 November 2025 | 23:49 WIB
KGPH Hangabehi yang didukung Mahamenteri Tedjowulan dan LDA menjadi PB XIV. (M Ihsan/Radar Solo)
KGPH Hangabehi yang didukung Mahamenteri Tedjowulan dan LDA menjadi PB XIV. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kisruh perebutan takhta Keraton Kasunanan Surakarta makin memanas. Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta GKR Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, menglaim seluruh keluarga besar dan abdi dalem Keraton kini telah satu suara terkait suksesi raja baru.

Hal ini disampaikan usai pertemuan internal yang juga diwarnai penobatan KGPH Hangabehi (Pangeran Mangkubumi), putra tertua PB XIII Hangabehi, sebagai SISKS Paku Buwono XIV.

“Kita menyatukan keluarga besar dan abdi dalem dari berbagai kabupaten. Yang paling utama niatan kita supaya keributan yang dulu-dulu itu bisa selesai. Sekarang waktunya bersatu untuk menjaga keutuhan sentono, abdi dalem, dan kerabat demi melestarikan keraton,” ujar Gusti Moeng, Kamis (13/11).

Dalam pertemuan yang dihadiri keluarga besar serta jajaran LDA itu, KGPA Hangabehi tampak mengenakan busana lengkap ala raja dan melakukan sungkem kepada para kerabat yang dituakan, termasuk Gusti Moeng dan Mahamenteri KGPH Tedjowulan.

“Sempat ada penobatan? Iya, penobatan Paku Buwono XIV. Kami berpegang pada hak—itu kan Gusti Allah yang memberi,” tegasnya.

Baca Juga: Jumenengan Gusti Purbaya sebagai Pakubuwono XIV, Undangan untuk Raja Keraton Yogya Sudah Diterima GKR Condrokirono

Meski demikian, Gusti Moeng memastikan dirinya tidak akan menghadiri acara Jumenengan KGPH Purboyo (putra kedua PB XIII) yang direncanakan pihak lain dalam waktu dekat. Ia menegaskan, pihaknya memilih berpegang pada tradisi masa berkabung 40 hingga 100 hari wafatnya PB XIII.

“Ya biar saja mereka mau jalan. Kami tetap berpegang pada 40 hari atau 100 hari. Kami tidak mungkin hadir,” katanya.

Baca Juga: Rute Kirab Jumenengan Raja Baru Keraton Solo Pakubuwono XIV, Benarkah Persis seperti Malam 1 Suro?

Terkait peran Mahamenteri Tedjowulan, Gusti Moeng menyebut bahwa sosok Panembahan Agung itu menjadi penghubung resmi antara LDA dan pemerintah.

“Gusti Tedjo (Tedjowulan) sebagai sesepuh. Semua yang kita lakukan harus melibatkan beliau untuk koordinasi dengan pemerintah. Hasil hari ini pun langsung beliau bawa untuk disampaikan kepada pemerintah,” pungkasnya. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#KGPH Hangabehi #KGPA Tedjowulan #gusti moeng #keraton kasunanan surakarta