Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gelontorkan Rp 1,5 Miliar untuk Hunian Sehat, Pemkot Solo Prioritaskan RTLH Bagi Keluarga dengan Anak Stunting

Silvester Kurniawan • Sabtu, 29 November 2025 | 00:08 WIB
Wawali Solo Astrid Widayani menyapa warga saat turun ke Laweyan, Jumat (28/11/2025). (Humas Pemkot Solo)
Wawali Solo Astrid Widayani menyapa warga saat turun ke Laweyan, Jumat (28/11/2025). (Humas Pemkot Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo  merampungkan perbaikan 75 unit rumah tidak layak huni (RTLH) sepanjang 2025. Program ini disinergikan dengan upaya pengentasan stunting, menyusul temuan bahwa kondisi rumah yang tidak layak, sanitasi, dan lingkungan, menjadi salah satu faktor penentu kasus stunting.

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menjelaskan bahwa intervensi penanganan stunting tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada faktor non-kesehatan.

Baca Juga: Setelah Disorot Menhan, Jokowi Angkat Bicara Soal Bandara IMIP: Saya Tak Tahu, Itu Milik Swasta

"Kami menemukan di lapangan bahwa stunting ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor dari kesehatan saja, tetapi juga sektor non-kesehatan di antaranya lingkungan, sanitasi untuk air yang dikonsumsi oleh rumah tangga," jelas Astrid, Jumat (28/11/2025).

Kepala Disperumkimtan Solo Niko Agus Putranto merinci bahwa sepanjang 2025, program RTLH yang dikhususkan untuk penanganan stunting telah merampungkan perbaikan 75 unit hunian yang tersebar di lima kecamatan.

Baca Juga: Ramai Kasus Barang Tertinggal, KAI Daop 6 Turut Ingatkan Penumpang Untuk Perhatikan Barang Bawaan

Program ini dilakukan dalam dua tahap, dengan total anggaran mencapai Rp1,5 miliar, di mana setiap hunian dianggarkan sebesar Rp20 juta dalam bentuk material bangunan.

Niko menegaskan bahwa kondisi rumah, terutama ventilasi dan kelembaban, adalah faktor yang harus diperhatikan untuk mencegah stunting. Untuk memastikan program tepat sasaran, Disperumkimtan menerjunkan tim tenaga fasilitator lapangan (TFL) guna melakukan verifikasi data penerima yang diajukan oleh lurah dan RT/RW.

Baca Juga: Antisipasi Macet Nataru di Wonogiri, Dishub Siapkan Rekayasa Flash Lampu Apill dan Kantong Parkir Baru

Camat Laweyan Herwin Nugroho mengapresiasi kolaborasi penanganan RTLH dan stunting ini, karena rata-rata anak stunting datang dari latar belakang keluarga ekonomi rendah yang tinggal di hunian yang kurang layak. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#stunting #hunian #Rumah tidak layak huni (RTLH) #kesehatan