Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Perpecahan Keraton Berlanjut, Peringatan 40 Hari Wafat PB XIII Digelar Dua Versi Berbeda Hari oleh LDA dan Purbaya

Silvester Kurniawan • Rabu, 10 Desember 2025 | 00:50 WIB
Peringatan tujuh hari wafatnya PB XIII beberapa waktu lalu. (M Ihsan/Radar Solo)
Peringatan tujuh hari wafatnya PB XIII beberapa waktu lalu. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Peringatan 40 hari wafatnya SISKS Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi dipastikan akan digelar dalam dua versi terpisah oleh pihak Keraton Kasunanan Surakarta. Versi pertama dihelat pada Rabu (10/12) malam, didukung oleh Lembaga Dewan Adat (LDA), sementara versi kedua oleh pihak SISKS PB XIV Purbaya pada Kamis (11/12) malam.

Ketua Eksekutif LDA Keraton Surakarta KPH Eddy Wirabhumi mengungkapkan, versi LDA akan dilaksanakan pada Rabu (10/12) malam di Bangsal Semorokoto atau Sasana Handrawina, yang merupakan area di dalam Kompleks Keraton Surakarta.

"Kalau barat (pihak Purbaya) sepertinya Kamis Malam (malam Jumat) di Masjid Agung dan Sasana Parasdyo. Kalau kami di Rabu Malam (malam Kamis)," ucap Eddy, Selasa (9/12).

Ia menegaskan, acara yang digelar LDA tidak akan ada prosesi khusus dan hanya dihadiri sentono dan abdi dalem keraton.

Terpisah, GKR Panembahan Timoer Rumbay Kusuma Dewayani  membenarkan bahwa prosesi peringatan 40 hari wafat sang ayah akan dihelat pada Kamis (11/12) malam. Berbeda dengan versi LDA, acara yang diselenggarakan pihak Purbaya akan terbuka untuk umum.

"Terbuka untuk umum. Silakan jika ada masyarakat yang ingin datang untuk mendoakan. Pakaiannya yang penting sopan dan tidak menggunakan kaos dan celana jeans," beber Timoer.

Timoer menegaskan bahwa pihaknya tidak memikirkan kehadiran tamu undangan khusus atau pejabat. Ia menyebut kegiatan tersebut murni bertujuan untuk mendoakan almarhum ayahnya dan tidak mencari validasi dari pihak manapun.

"Kami tidak butuh validasi, yang penting doa untuk sinuhun. Yang utama memang kegiatan doa, mau ada pejabat datang atau tidak kami tidak memikirkan,” tuturnya. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#wafat #pb xiv #PB XIII #keraton kasunanan surakarta