Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Kecelakaan Maut Terjadi di Pucangsawit, Ini Kronologinya

Antonius Christian • Kamis, 15 Januari 2026 | 19:30 WIB
RINGSEK: Kendaraan milik korban laka yang diamankan di Polresta Solo.
RINGSEK: Kendaraan milik korban laka yang diamankan di Polresta Solo.

RADARSOLO.COM — Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Gotong Royong, Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Kamis (15/1/2026) pagi. Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB itu merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor usai terlibat kecelakaan dengan truk bermuatan pasir.

Insiden tersebut melibatkan sepeda motor Honda Vario dan sebuah truk pasir yang melaju searah dari selatan ke utara. Saat kejadian, kondisi lalu lintas di Jalan Gotong Royong terpantau padat karena bertepatan dengan jam berangkat kerja warga.

Kasubnit 2 Gakkum Satlantas Polresta Surakarta IPDA Yuli Nurus Yani menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, pengendara sepeda motor berusaha mendahului truk dari sisi kiri jalan.

“Dari keterangan saksi, kedua kendaraan berjalan searah dari selatan ke utara. Sesampainya di TKP, pengendara sepeda motor mencoba mendahului truk dari sebelah kiri,” ujar Yuli.

Namun, upaya tersebut berujung petaka. Ruang di sisi kiri jalan dinilai tidak mencukupi sehingga terjadi benturan antara sepeda motor dan bagian samping truk. Akibat benturan itu, sepeda motor korban terjatuh ke arah kanan dan korban terlindas ban belakang truk.

“Karena ruang tidak cukup, akhirnya terjadi benturan. Korban terjatuh dan terlindas ban belakang truk,” jelasnya.

Korban diketahui berinisial EF, 23, warga Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon. Ia mengendarai sepeda motor Honda Vario hitam bernomor polisi AD 6266 VS. Sementara truk bermuatan pasir bernomor polisi B 9756 PYW dikemudikan MFP, 23, warga Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo.

Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka berat dan sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

“Untuk meninggalnya korban, itu berdasarkan hasil pemeriksaan dan penetapan dokter di rumah sakit,” ungkap Yuli.

Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polresta Solo masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Polisi telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk rekan korban yang berada di lokasi kejadian. Selain itu, petugas juga menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara.

“Kami masih melakukan pengecekan CCTV di sekitar TKP untuk memastikan kronologi kejadian secara jelas dan utuh,” kata Yuli.

Untuk kepentingan penyelidikan, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan. Truk bermuatan pasir sementara diamankan di kawasan Pedaringan karena lokasi kejadian dinilai tidak memungkinkan untuk penanganan kendaraan besar.

Sementara sepeda motor korban juga diamankan sebagai barang bukti.
Yuli menambahkan, peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama saat berkendara di jam sibuk dan kondisi cuaca yang kerap diguyur hujan.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati. Saat ini musim hujan, kondisi jalan licin. Jika terlambat, tidak perlu terburu-buru. Lebih baik terlambat daripada terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Dia menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam berlalu lintas, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#kecelakaan #pucangsawit #laka #jebres