RADARSOLO.COM – Politikus senior PDI Perjuangan, Aria Bima, memberikan pesan mendalam bagi seluruh kader banteng dalam acara sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta, Selasa (24/2/2026) malam.
Aria Bima mengingatkan bahwa PDI Perjuangan memiliki "beban sejarah" yang besar sebagai garda terdepan penjaga semangat kebangsaan dan penerus pemikiran Bung Karno.
Warisan Pemikiran Bung Karno yang Melampaui Zaman
Dalam pidatonya, Bima menekankan bahwa Bung Karno telah merumuskan konsep kebangsaan sejak usia muda, bahkan sebelum Indonesia merdeka.
Gagasan-gagasan tersebut kini menjadi tanggung jawab moral bagi para kader untuk terus dihidupkan di tengah dinamika persoalan bangsa saat ini.
“Di usia yang sangat muda, Bung Karno telah mampu merumuskan konsep kebangsaan yang melampaui zamannya. Seluruh gagasan dan cita-citanya itu berhasil diwujudkan saat memimpin perjuangan bangsa menuju kemerdekaan,” ujar Bima di hadapan para kader di Solo.
PDIP Sebagai Wadah Ideal Perjuangan Rakyat
Lebih lanjut, Aria Bima memaparkan keterkaitan historis antara PNI (Partai Nasional Indonesia) bentukan Bung Karno dengan PDI Perjuangan.
Ia menyebut partai ini sebagai wadah paling tepat bagi rakyat Indonesia untuk mempertahankan nilai ideologis guna memperjuangkan kedaulatan bangsa.
Menurutnya, tugas kader saat ini adalah memastikan visi Bung Karno—mulai dari mencerdaskan kehidupan bangsa hingga ikut melaksanakan ketertiban dunia—tetap terjaga dan terealisasi melalui jalur politik.
Tanggung Jawab Moral yang Membanggakan
Menutup arahannya, Aria Bima menegaskan bahwa jalur politik yang dipilih PDIP harus mampu menjadi solusi atas banyaknya persoalan negara hari ini.
Ia mengakui bahwa memikul warisan pemikiran Sang Proklamator bukanlah tugas yang ringan.
“Ini adalah beban sejarah dan tanggung jawab moral politik yang tak ringan, namun sangat membanggakan bagi para kader PDI Perjuangan,” pungkasnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan kader PDIP di Surakarta tetap solid dalam memegang teguh ideologi partai sebagai kompas dalam setiap langkah politik di masyarakat. (dam)
Editor : Damianus Bram