Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sidak Takjil di Manahan Solo, Petugas Temukan Satu Jenis Makanan Mengandung Formalin!

Silvester Kurniawan • Jumat, 13 Maret 2026 | 16:25 WIB

Wawali Solo Astrid Widayani dan Tim Dinkes Sidak makanan di Manahan, Jumat (13/3). (Humas Pemkot Solo)
Wawali Solo Astrid Widayani dan Tim Dinkes Sidak makanan di Manahan, Jumat (13/3). (Humas Pemkot Solo)

RADARSOLO.COM – Pemkot Solo terus memperluas jangkauan pengawasan keamanan pangan selama bulan Ramadan 2026. Setelah sebelumnya menyisir pasar tradisional dan pusat perbelanjaan modern, kini giliran para pedagang takjil dan menu buka puasa yang menjadi sasaran uji petik petugas kesehatan.

Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa khawatir akan ancaman bahan kimia berbahaya pada hidangan berbuka. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo Retno Erawati Wulandari, mengungkapkan bahwa 17 Puskesmas di seluruh wilayah Solo telah diinstruksikan untuk melakukan pengecekan mandiri di wilayah kerja masing-masing.

“Dari 17 Puskesmas se-Kota Solo sudah melakukan pengecekan di wilayah masing-masing,” ujar Retno, Jumat (13/3/2026).

Beberapa hari lalu, Dinkes bersama Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, melakukan pengecekan acak (sampling) di salah satu titik keramaian takjil di kawasan Manahan. Petugas melakukan uji laboratorium di tempat untuk mendeteksi kandungan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan metanil yellow.

Hasilnya, dari sekian banyak sampel yang diambil, petugas menemukan satu jenis makanan yang terbukti positif mengandung formalin. "Langsung kita edukasi pada penjualnya agar tidak lagi menjajakan produk tersebut dan lebih selektif dalam memilih bahan baku," tegas Retno.

Wakil Wali Kota Astrid Widayani menegaskan bahwa pengawasan ketat ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjamin keamanan pangan, terutama saat tingkat konsumsi masyarakat meningkat menjelang Lebaran. Ia menekankan bahwa pelaku UMKM tidak boleh hanya mengejar keuntungan semata dengan menekan harga jual, tetapi juga wajib mematuhi standar keamanan pangan.

"Kami berharap masyarakat dapat menikmati hidangan buka puasa dengan aman, sekaligus mendorong agar pedagang selalu menjaga kualitas makanan yang mereka sajikan selama Ramadan ini," tegas Astrid.

Dinkes mengimbau warga Solo agar lebih cermat dalam memilih takjil, seperti mewaspadai makanan dengan warna yang terlalu mencolok atau tekstur yang tidak alami, sebagai langkah antisipasi dini terhadap kandungan zat warna tekstil maupun pengawet mayat. (ves)

 

Editor : Kabun Triyatno
#boraks #pasar tradisional #Dinkes #menu buka puasa #edukasi #pemkot solo #formalin