Nutrisi Jadi Beban, Lifter Solo Ada yang Sampai Berutang


RADARSOLO.COM — Perjuangan lifter Solo menuju Porprov XVII Jawa Tengah 2026 bukan hanya soal mengangkat beban di arena. Di luar latihan, mereka juga harus memikirkan kebutuhan nutrisi yang menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh.
Masalahnya, kebutuhan tersebut tidak selalu mudah dipenuhi. Bahkan, di tengah keterbatasan ekonomi, ada lifter yang harus berutang demi mencukupi kebutuhan makanan dan suplemen penunjang latihan.
Delapan atlet angkat berat Solo yang berlatih di PMS Surakarta terus menggeber persiapan. Latihan berlangsung dua kali sehari, pagi dan sore. Dalam kondisi tertentu, sesi latihan bahkan bisa berlangsung hingga siang.
Atlet angkat berat Solo peraih medali perunggu PON XXI Aceh-Sumut 2024, Adven Hindarto, mengatakan kebutuhan nutrisi menjadi salah satu persoalan yang cukup dirasakan para lifter. Sebab, sebagian besar kebutuhan tersebut masih harus dipenuhi secara mandiri.
"Kalau kita olahraga di otot, otomatis nutrisi itu penting. Itu belum makanan. Makanan kita beli sendiri. Jujur, sehari itu kita bisa membutuhkan satu kilogram daging ayam maupun vitamin-vitamin yang lain," terang Adven kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (14/8/2026), seusai latihan di GOR PMS.
Kebutuhan tersebut tidak berhenti pada makanan. Lifter juga harus menyediakan susu, vitamin, hingga suplemen untuk menunjang latihan dan pemulihan tubuh.
Konsumsi susu, misalnya, dilakukan minimal dua kali sehari. Sementara kebutuhan lain seperti pre-workout (PWO) dan kreatin juga menjadi bagian dari persiapan latihan.
"Kalau minum susu itu minimal dua kali sehari, itu sudah paling irit. Belum kalau pakai PWO, creatine, dan sebagainya. Kalau tidak terpenuhi, badan kita bisa hancur karena latihan kita memang berat," ujarnya.
Beban tersebut semakin terasa karena kondisi ekonomi para atlet. Adven menyebut mayoritas lifter Solo berasal dari kalangan menengah ke bawah.
Kebutuhan nutrisi akhirnya harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing atlet. Dalam kondisi tertentu, bahkan ada yang terpaksa mencari pinjaman agar kebutuhan selama menjalani latihan tetap terpenuhi.



