Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Panahan Solo Butuh Lapangan Khusus, Dispora Ungkap Kendala yang Dihadapi

Hernindya Jalu Aditya Mahardika
Atlet panahan Kota Solo jalani latihan di lapangan UMS, Jalan. Adi Sucipto 84, Kerten, Laweyan. (Hernindya Jalu/Radar Solo)
Atlet panahan Kota Solo jalani latihan di lapangan UMS, Jalan. Adi Sucipto 84, Kerten, Laweyan. (Hernindya Jalu/Radar Solo)

Advertisement

RADARSOLO.COM – Keterbatasan lahan menjadi salah satu kendala Pemerintah Kota Surakarta dalam memenuhi kebutuhan venue olahraga. Dispora Kota Surakarta masih mencari lokasi yang sesuai, terutama untuk cabang olahraga yang membutuhkan area latihan dengan spesifikasi khusus seperti panahan.

Kepala Dispora Kota Solo Rini Kusumandari mengatakan kebutuhan setiap cabang olahraga berbeda sehingga penyediaan venue tidak bisa dilakukan secara seragam. Panahan menjadi salah satu cabor yang membutuhkan lahan cukup panjang karena jarak tembak dalam latihan bisa mencapai 70 meter.

“Khusus panahan memang agak sulit, karena kita membutuhkan lahan yang cukup panjang. Jaraknya kan bisa sampai 70 meter. Jadi memang kita masih mencari lokasi yang sesuai,” ujar Rini.

Pencarian lokasi tidak hanya dilakukan oleh Dispora. Pengurus cabang olahraga juga diminta aktif menyampaikan informasi apabila menemukan lahan yang dinilai memungkinkan untuk dijadikan tempat latihan. Setiap lokasi yang diusulkan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan teknis cabor serta kemampuan Pemerintah Kota Solo.

Keterbatasan venue masih menjadi pekerjaan rumah dalam persiapan olahraga Kota Bengawan. Meski demikian, dukungan fasilitas untuk persiapan Porprov Jawa Tengah 2026 mulai lebih terpusat dibanding sebelumnya.

Salah satunya terlihat pada cabang olahraga panahan. Atlet panahan Surakarta kini dapat menjalani latihan bersama di satu lapangan. Kondisi tersebut berbeda dengan persiapan Porprov sebelumnya, ketika latihan masih terbagi berdasarkan divisi akibat keterbatasan lapangan.

Penyediaan venue yang sesuai kebutuhan menjadi penting untuk menjaga kualitas latihan. Dengan fasilitas yang memadai, prestasi atlet tidak hanya bergantung pada kemampuan beradaptasi dengan kondisi lapangan, tetapi juga dapat ditopang proses latihan yang lebih optimal.

Selain mendukung persiapan kompetisi, fasilitas yang representatif juga dibutuhkan untuk menjaga kesinambungan pembinaan. Venue yang sesuai dapat memberi ruang bagi cabang olahraga untuk mengembangkan atlet sekaligus mempersiapkan regenerasi menuju level kompetisi yang lebih tinggi. (hj/nik)

Advertisement

Artikel Terkait

Rekap Pemain Baru Deltras FC di Liga 2 : Eks PSS Sleman, Persija Jakarta, Persipura, dan Garudayaksa Merapat

Rekap Pemain Baru Deltras FC di Liga 2 : Eks PSS Sleman, Persija Jakarta, Persipura, dan Garudayaksa Merapat

Deltras FC mulai menunjukkan keseriusannya dalam mempersiapkan skuad menghadapi Pegadaian Championship 2026/2027. Klub berjuluk The Lobster itu melakukan perombakan besar dengan mendatangkan sederet pemain baru.

Rekap Pemain Baru Barito Putera di Liga 2: Lepas 19 Nama dan Datangkan Kembali Winger Liga Italia

Rekap Pemain Baru Barito Putera di Liga 2: Lepas 19 Nama dan Datangkan Kembali Winger Liga Italia

Barito Putera melakukan perombakan besar-besaran dalam menyusun kekuatan untuk menghadapi Pegadaian Championship 2026/2027. Klub berjuluk Laskar Antasari itu melepas banyak pemain, sekaligus mendatangkan wajah baru.

Rekap Pemain Baru Persipura Jayapura di Liga 2: Lepas 10 Pemain dan Datangkan Amunisi Baru eks Barito Putera

Rekap Pemain Baru Persipura Jayapura di Liga 2: Lepas 10 Pemain dan Datangkan Amunisi Baru eks Barito Putera

Persipura Jayapura melakukan perombakan besar dalam menyambut persaingan Pegadaian Championship 2026/2027. Sejumlah pemain lama dilepas, sementara jajaran manajemen, tim pelatih, hingga pemain anyar mulai didatangkan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer