Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ICF Surakarta Hadapi Kendala Jelang Porprov, Jam Latihan di Velodrome Minim

Hernindya Jalu Aditya Mahardika
Atet balap sepeda dari ICF Surakarta berlatih di di Velodrome Manahan, jelang terjun di Porprov. (Hernindya Jalu/Radar Solo)
Atet balap sepeda dari ICF Surakarta berlatih di di Velodrome Manahan, jelang terjun di Porprov. (Hernindya Jalu/Radar Solo)

Advertisement

RADARSOLO.COM – Persiapan Indonesian Cycling Federation (ICF) Kota Surakarta menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 masih menghadapi kendala teknis. Tim balap sepeda Surakarta kekurangan kesempatan mengasah kemampuan di lintasan velodrome.

Pengurus ICF Kota Surakarta M. Yasin mengungkapkan, kesempatan menggunakan velodrome yang diperoleh tim belum sesuai dengan kebutuhan latihan. Padahal, latihan langsung di lintasan menjadi bagian penting untuk mematangkan kesiapan pembalap sebelum turun dalam perlombaan.

Menurut Yasin, idealnya atlet mendapat kesempatan berlatih di velodrome sebanyak empat hingga enam kali. Namun, jatah yang tersedia bagi ICF Surakarta sejauh ini baru tiga kali.

Advertisement

“Cuma kendalanya pemakaian velodrome ini waktunya kurang, kita minim sekali pemakaiannya. Harusnya bisa 4-6 kali, kita cuma dapat jatah 3 kali,” ujar Yasin dikutip Jawa Pos Radar Solo melalui rilis resmi KONI Surakarta, Jumat (11/9/2026).

Minimnya jam terbang di lintasan menjadi catatan dalam persiapan ICF. Pembalap membutuhkan pengalaman langsung untuk beradaptasi dengan karakter velodrome sekaligus mengasah aspek teknis yang tidak sepenuhnya bisa didapatkan melalui latihan di luar lintasan.

Advertisement

Kondisi tersebut membuat tiga sesi latihan yang tersedia menjadi sangat penting. Tim harus memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan latihan teknis sebelum memasuki persaingan Porprov.

Meski menghadapi keterbatasan tersebut, Yasin tidak ingin persoalan fasilitas mengganggu target yang telah ditetapkan. ICF tetap optimistis para pembalap mampu memenuhi sasaran prestasi.

“Namun, saya tetap optimistis target bisa terpenuhi,” tegas Yasin.

Optimisme tersebut didukung progres persiapan atlet. Salah satu pembalap ICF Surakarta, Elizabeth Fayola Wijaya, sebelumnya menyebut persiapannya telah mencapai sekitar 85 persen. Dengan masih tersedianya waktu persiapan, sejumlah kekurangan diharapkan dapat terus disempurnakan.

Dukungan terhadap persiapan ICF juga diberikan jajaran KONI Surakarta. Ketua Umum KONI Surakarta Her Suprabu bersama Tim Chief de Mission (CdM) Kontingen Surakarta memantau langsung latihan tim ICF pada Kamis (10/9/2026).

Advertisement

Artikel Terkait

Rekap Pemain Baru Kendal Tornado FC di Liga 2: Eks Persis Solo, Borneo FC dan Persija Jakarta Merapat

Rekap Pemain Baru Kendal Tornado FC di Liga 2: Eks Persis Solo, Borneo FC dan Persija Jakarta Merapat

Kendal Tornado FC melakukan perombakan skuad untuk Pegadaian Championship 2026/2027. Sebanyak 20 pemain dan staf pelatih baru didatangkan, sementara Patrick Cruz resmi bertahan usai mencetak 15 gol musim lalu.

Rekap Pemain Baru PSGC Ciamis di Liga 2: Aroma Persib Bandung Begitu Terasa, Eks PSS Sleman dan Persiku Merapa

Rekap Pemain Baru PSGC Ciamis di Liga 2: Aroma Persib Bandung Begitu Terasa, Eks PSS Sleman dan Persiku Merapa

PSGC Ciamis melakukan perombakan besar di bursa transfer Pegadaian Championship 2026/2027. Sebanyak 22 pemain baru direkrut, termasuk Ezechiel N'Douassel, Yandi Sofyan, Ferdiansyah, dan Kim Min Hyeok.

Rekap Pemain Baru RANS Nusantara FC di Liga 2: Aroma Arema FC Begitu Terasa, Eks Persikota Juga Merapat

Rekap Pemain Baru RANS Nusantara FC di Liga 2: Aroma Arema FC Begitu Terasa, Eks Persikota Juga Merapat

RANS Nusantara FC bergerak agresif di bursa transfer Pegadaian Championship 2026/2027. Sebanyak 25 pemain dan staf pelatih baru didatangkan, termasuk Dedik Setiawan, Muhammad Rafli, hingga striker asal Norwegia

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer