Dia diturunkan di babak kedua untuk menggantikan Hapidin. Ndok sejatinya berpeluang mencatatkan namanya di papan skor, sayang penalti dirinya berhasil ditepis kiper lawan. Dua kali juga tendangannya berhasil ditangkap kiper dari PS Puma.
Ndok sendiri mengaku cukup berahap bisa bergabung dengan Persis lagi. Dia pernah berseragam Laskar Sambernyawa tiga kali. Yakni di musim Divisi Utama versi LPIS 2013, dan dua musim berturut-turut di Liga 2 2017 dan 2018. Setelah musim lalu dia tak masuk rekomendasi pelatih Agus Yuwono, dia akhirnya berkelana ke luar Solo, untuk bergabung dengan Perserang Serang dan PSMS Medan.
”Kontrak saya dengan PSMS sudah berakhir, dan saya ingin sekali kembali bergabung dengan Persis musim depan,” harap Ndok kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.
Namun harapan pemain asal Klaten tersebut tak mudah. Persis tentu masih perlu banyak melihat perkembangan dirinya. Termasuk dari sisi potensi persaingan di lini serang, untuk kerangka Persis di Liga 2 2020. Hingga detik ini baru satu striker direkrut. Yakni M Isa.
”Soal dia (Ndok), saya akan bicarakan dengan manajemen dulu. Sebenarnya sudah mau kita panggil untuk ikut latihan sejak lama, tapi kita ingin memantau cederanya (di bagian betis) dia dulu. Apakah sudah sembuh atau belum?. Dan setelah dia gabung (di Persis), tentu akan kita nilai perkembangannya seperti apa,” terang Head Coach Persis Solo Salahudin.
Dilain sisi, dalam laga kontra PS Puma kemarin, Persis hanya menang tipis 1-0. Itupun gol tercipta dari titik putih. Tepatnya disumbangkan oleh Nanang Asripin di babak kedua.
”Salah satu kendala utama kita adalah dalam sisi permainan di lini tengah dan depan. Belum berjalan sesuai yang diharapkan, dan ini memang baru proses. Kita harap kedepannya bisa lebih baik lagi,” terang eks pelatih Barito Putera tersebut. (nik) Editor : Perdana Bayu Saputra