RADARSOLO.ID – Dewa United tertunduk usai dikalahkan Prawira Harum Bandung di Sritex Arena, Kota Solo, Kamis malam (13/7). Sempat unggul di awal-awal kuarter, Dewa harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 74-83. Artinya game pertama semifinal Indonesian Basketball League (IBL) menjadi milik Prawira.
Hasil ini membuat Dewa harus bekerja keras di pertemuan kedua di C-Tra Arena Bandung, 15 Juli mendatang. Mau tidak mau, mereka harus menang, demi bisa memaksa pertandingan masuk di game ketiga, sekaligus membuka peluang Dewa United lolos ke partai final musim ini.
Soal game pertama ini, Pelatih Dewa United Santiago Rimoldi mengatakan skuadnya tidak bisa memanfaatkan kesempatan untuk memenangkan pertandingan sampai kuarter akhir.
"Sebenarnya kami bermain sangat nyaman sepanjang laga. Tetapi lawan bermain sangat bagus kali ini," terangnya usai laga.
Di kuarter awal Dewa United menunjukkan performa epik. Mencatatkan 23 poin, sementara Prawira hanya mencetak 20 poin. Sayang keunggulan tersebut tidak bertahan lama, di kuarter kedua tamu mampu menyalip poin Dewa, yakni 39-47.
Usai turun minum, keadaan belum berubah. Lawan tetap unggul, tapi Dewa mencetak poin lebih banyak. Dewa United menambahkan 19 poin, sementara lawan 18 poin. Keadaan itu berlanjut hingga kuarter terakhir, Dewa kalah dengan skor 74-83.
Penggawa Prawira Brandone Francis menjadi penyumbang poin terbanyak di laga ini, yakni dengan 29 point, tujuh rebound, dan satu assist. Sementara di pihak Dewa, Yeison Yan Colome mencetak 25 point dan empat rebound.
"Kami tidak bisa mengontrol emosi saat di atas lapangan. Apalagi kami menghadapi tim hebat," tambahnya.
Setali tiga uang, pemain Dewa United Kaleb Ramot Gemilang mengatakan, dia dan teman-temannya sempat kehilangan fokus saat pertandingan berjalan.
"Sama sih, kalau menurut saya fokus itu menjadi hal penting saat melawan tim seperti Prawira. Kami lengah sebentar saja mereka langsung unggul jauh," tambah Kaleb. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy