Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Persaingan Antarnegara Ketat, Ini Target NPC Indonesia di Paralimpiade Paris 2024

Mannisa Elfira • Senin, 6 Mei 2024 | 04:41 WIB

 

Atlet NPC Indonesia latihan keras
Atlet NPC Indonesia latihan keras

RADARSOLO.COM -- National Paralympic Committee (NPC) Indonesia membidik satu emas di ajang Paralimpiade Paris 2024. Target tinta emas tersebut dibebankan kepada cabang olahraga (cabor) para badminton. Tepatnya ganda campuran. 

 

"Kami mempersiapkan Paralimpiade. Target kami satu emas," beber Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun di kantor secretariat NPC Solo, kemarin (5/5).

 Baca Juga: Kasus Cukur Alis Muncul Karena Konflik Dendam Suporter Persis Solo ke Fans Persib Bandung, Ini Harapan Panpel Stadion Manahan

Wakil Sekjen NPC Indonesia Rima Ferdianto menjelaskan alasan edisi kali ini NPC targetkan satu emas. Padahal di Paralimpiade Tokyo 2020 lalu, tim Merah Putih menorehkan dua emas. 

 

"Kami tetap target satu emas karena di Tokyo emas diraih oleh ganda campuran dan ganda putri. Namun ganda putri yang kemarin dapatkan emas itu nomornya dihapus," jelasnya.

 

Jadi, lanjut Senny, ganda putri tidak dipertandingkan di Paris. Buntutnya NPC Indonesia sekarang hanya berani menargetkan satu emas dulu. Sementara satu emas itu dibebankan ke pasangan Ratri dan Hikmat.

 Baca Juga: Kisah Heroik di Kabupaten Karanganyar: 16 Tahun Perangi Kompeni, Pangeran Sambernyawa Dirikan Pura Mangkunegaran Bukan karena Belas Kasihan

"Dulu Ratri dan Harry mendapatkan emas di Tokyo, sekarang pengganti Harry yakni Hikmat. Peringkatnya juga peringkat 1 dunia. Kami harapkan ganda campuran Ratri dan Hikmat masih bisa pertahankan emas," ungkapnya.

 

"Mudah mudahan ada kejutan dari nomor lain, karena masih fifty-fifty dengan China dan India untuk nomor lain di para badminton," tambahnya. 

 

Disinggung kans emas di cabor lain, Rima mengaku berat. Hanya saja ada yang mungkin berpeluang, meski tidak sampai 50 persen. Yakni, Sapta Yoga dari cabor para atletik.

 

"Peluang emas berat sekali dari cabor lain. Kecuali Sapta Yoga yang kemarin dapat perak. Tapi kans meraih emas tidak sampai 50 persen. Ya, kans paling besar emas selain dari para badminton, yakni dari para atletik," bebernya. 

 

Sementara itu, Rima berharap minimal 28 atlet mampu menuju ke Paralimpiade. Saat terakhir dikonfirmasi awak media, NPC sudah meloloskan 23 atlet. Di mana jumlahnya sama dengan capaian Paralimpiade Tokyo lalu.

 

"Kami masih tunggu finalisasi cabor tenis meja, blind judo, dan angkat berat. Tentu saja itu sudah akan melampaui target kami. Karena di Paralimpiade Tokyo kami meloloskan 23 atlet. Sekarang ini sudah lolos 23 atlet tentunya masih ada tambahan dari atletik. Kemudian angkat berat dan mudah mudahan judo juga ada yang lolos," sambung Rima. 

 

Sementara itu tujuh cabor yang sudah lolos adalah, cabor atletik, para renang, para badminton, para cycling, para archery, boccia, dan para menembak. (nis/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#Emas #paralimpiade #Para Badminton #senny marbun #NPC Indonesia