Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bukan Main! Anggar Solo Diserbu 13 Agenda Besar, Porprov Jateng Jadi Target Utama

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Kamis, 22 Januari 2026 | 22:55 WIB
Atlet anggar Kota Solo tengah berlatih.
Atlet anggar Kota Solo tengah berlatih.

RADARSOLO.COM – Club Anggar Solo bersiap menghadapi tahun 2026 dengan kalender kompetisi yang nyaris tanpa jeda. Setelah menorehkan prestasi gemilang sepanjang 2025, optimisme tinggi mengiringi langkah pembinaan anggar Kota Bengawan yang kian matang dan terarah.

Pada Kejurnas Anggar 2025 di Aceh (27 September–2 Oktober 2025), kontingen Jawa Tengah finis sebagai runner-up dengan raihan 6 emas, 6 perak, dan 9 perunggu.

Menariknya, seluruh medali emas tersebut disumbangkan atlet asal Kota Surakarta. Fakta ini semakin menegaskan posisi Solo sebagai tulang punggung kekuatan anggar Jawa Tengah.

Tak hanya dari sisi prestasi atlet, Solo juga mencatat reputasi kuat sebagai tuan rumah event internasional. Kota ini sukses menggelar Para Fencing World Cup 2025 di GOR Indoor Manahan pada 15–18 September 2025 yang diikuti 17 negara. Sebanyak 66 atlet turun di 15 nomor pertandingan, didampingi 47 ofisial.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan jam terbang atlet sekaligus kualitas pembinaan.

Memasuki 2026, tantangan yang dihadapi justru semakin besar. Pelatih Club Anggar Solo, UTP Fencing Club, Hendra Faradilah, menyebut setidaknya ada 13 agenda yang akan diikuti IKASI Jawa Tengah sepanjang tahun, mulai dari level daerah hingga internasional.

“Agenda 2026 sangat padat. Mulai April sudah jalan, setelah Lebaran ada circuit antar pelajar se-Jawa Tengah, lalu Jatim Open, dan ditutup Palembang Open di akhir April,” ujar Hendra kepada Jawa Pos Radar Solo.

Fokus kemudian mengarah ke Porprov Jawa Tengah yang menjadi target utama dan mulai dipersiapkan sejak Mei. Setelah itu, Juni diisi dengan PON Bela Diri, di mana sekitar 60 persen skuad Jawa Tengah berasal dari atlet anggar Solo.

Agenda berlanjut ke Porprov yang dijadwalkan berlangsung di Salatiga pada September, kemudian Indonesia Open di Aceh pada Oktober, dan ditutup Jateng Open Nasional pada Desember.

Untuk menghadapi rangkaian agenda tersebut, Club Anggar Solo telah menetapkan 20 atlet inti yang dipersiapkan khusus untuk Porprov dan Pelatda. Sementara untuk event circuit pelajar dan Popda, komposisi atlet masih bersifat tentatif.

“Tim Porprov sudah baku, ada 20 atlet. Untuk Pelatda juga sudah ditentukan, meski kemungkinan ada nama yang double. Tapi untuk circuit pelajar dan Popda masih fleksibel,” jelas Hendra.

Padatnya agenda sejak April hingga akhir tahun menuntut manajemen latihan yang presisi serta kesiapan fisik atlet agar performa tetap stabil di setiap target utama.

Lebih dari sekadar mengikuti kejuaraan, 2026 menjadi ujian konsistensi sekaligus pembuktian bahwa Solo layak terus disebut sebagai salah satu pusat kekuatan anggar Jawa Tengah. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#Kejuaraan #solo #anggar