Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Debutan Membludak! Inilah Skuad Indonesia di All England Super 1000: Terselip Atlet Kebanggaan Kota Solo

Niko auglandy • Selasa, 24 Februari 2026 | 15:25 WIB

UNJUK GIGI: Alwi Farhan saat bertanding di ajang Thailand Masters 2026,Jumat (30/1).   
UNJUK GIGI: Alwi Farhan saat bertanding di ajang Thailand Masters 2026,Jumat (30/1).  

RADARSOLO.COM - Tim bulutangkis Indonesia tengah mematangkan persiapan jelang tampil di ajang paling bergengsi, All England Open Badminton Championships 2026, yang akan digelar pada 3–8 Maret di Utilita Arena Birmingham, Inggris.

Turnamen dengan status BWF World Tour Super 1000 ini bukan hanya memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi panggung pembuktian kualitas, konsistensi, dan mental atlet kelas dunia.

Sebanyak 24 atlet disiapkan PBSI, termasuk beberapa nama debutan yang akan merasakan atmosfer All England untuk pertama kalinya.

Mereka adalah Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Rahmat Hidayat, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Meilysa Trias Puspitasari, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Pasaribu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, serta atlet muda asal Solo, Alwi Farhan.

Kehadiran para debutan ini diyakini mampu memperkaya pengalaman bertanding mereka sekaligus memperkuat fondasi prestasi Indonesia untuk jangka panjang.

“Bertanding di level Super 1000 adalah ujian kualitas dan mental. Kami ingin mereka berani menghadapi tekanan, belajar dari pertandingan besar, dan menunjukkan permainan terbaik,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian dalam rilis resmi PBSI.

Sebagai turnamen tertua dan paling prestisius, All England selalu menjadi ukuran kemampuan seorang atlet. Di sini, kekuatan mental, ketahanan fisik, tajamnya teknik, hingga kecerdasan taktik benar-benar diuji karena pemain yang tampil merupakan deretan terbaik dunia.

Pelatih nasional, Eng Hian, menegaskan seluruh persiapan dilakukan secara detail dan terukur. Fokus utama diarahkan pada kesiapan fisik, teknis, serta daya adaptasi terhadap kondisi Eropa yang berbeda dengan Indonesia.

“Aklimatisasi menjadi faktor krusial. Tim akan menjalani program aklimatisasi pada 24–28 Februari di Milton Keynes, sekitar 120 kilometer di selatan Birmingham. Lalu pada 1 Maret kami akan pindah ke Birmingham agar pemain punya waktu adaptasi optimal di venue," ujar pelatih asal Solo itu.

Pemilihan Milton Keynes sebagai lokasi adaptasi bukan tanpa alasan. Fasilitas latihan yang memadai, kenyamanan atlet, serta efektivitas pemulihan menjadi pertimbangan utama. Eng Hian ingin seluruh pemain benar-benar siap—baik secara fisik, teknis, maupun mental—ketika memasuki arena All England.

Di sisi lain, PP PBSI juga melakukan penyegaran struktur kepelatihan di sektor ganda putra. Tujuannya menjaga dinamika tim tetap segar dan adaptif menghadapi kompetisi kelas dunia.

Dalam struktur baru, Chafidz Yusuf ditugaskan sebagai asisten pelatih ganda putra utama mendampingi Antonius, sementara Thomas Indratjaja dipercaya menjadi asisten pelatih ganda putra pratama mendampingi Andrei Adistia.

Langkah ini diharapkan memberi sudut pandang baru tanpa mengubah arah pembinaan yang telah berjalan.

Dengan rangkaian persiapan matang itu, Indonesia memasang target minimal satu gelar juara pada All England 2026. Harapannya, tradisi emas di Birmingham terus berlanjut, sekaligus membuka jalan bagi kebangkitan generasi baru bulutangkis nasional. (nik)

 

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#atlet #alwi farhan #all england