alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Ambil Risiko Pilih Ban Beda, Quartararo Justru Rajai GP Jerman

RADARSOLO.ID – Kemenangan juara dunia bertahan Fabio Quartararo di Grand Prix (GP) Jerman pada Minggu (19/6), kian memperlebar jarak sebagai pemuncak klasemen. Quartararo meraih hasil gemilang di balapan kemarin, setelah mengambil risiko memilih kompon ban belakang yang berbeda dari lawan-lawannya.

Quartararo, yang start dari P2, menjadi salah satu dari tiga pembalap yang memilih ban belakang medium dalam kondisi Sirkuit Sachsenring yang sangat panas hari itu. Sementara para pembalap lain menggunakan ban belakang yang lebih keras, yang diharapkan bertahan hingga akhir lomba.

Pembalap Yamaha ini mendapat grip yang cukup untuk membantunya melesat setelah start dan merebut posisi pimpinan lomba dari polesitter Francesco Bagnaia di tikungan pertama.

Quartararo tak mendapat perlawanan berarti setelah Bagnaia kehilangan grip ban belakangnya dan terjatuh di tikungan pertama pada lap keempat. Sehingga mencederai peluang pembalap Ducati itu dalam pertarungan titel MotoGP musim ini.

Pembalap Prancis itu finis 4,9 detik di depan kompatriot senegaranya, Johann Zarco dari tim Pramac Ducati.

Jack Miller, yang mendapat penalti lap panjang karena terjatuh saat bendera kuning dikibarkan di kualifikasi, membawa motor Ducati kedua di podium setelah mencuri P3 dari pembalap Aprilia Aleix Espargaro.

“Saya lelah. Saya sakit sepanjang akhir pekan ini, dan di balapan saya sedikit terbatuk-batuk, saya tak punya kata-kata untuk ini,” kata Quartararo setelah merampungkan balapan sepanjang 30 putaran itu, dalam keterangan resmi MotoGP.

“Kami membuat pilihan ban belakang medium, yang sangat berisiko, dan di balapan kami beruntung karena (performanya) menurun lebih cepat dari yang diantisipasi, tapi saya sangat senang,” lanjut dia.

Zarco sempat akan menyalip, namun pada akhirnya ia cukup puas dengan finis kedua.

“Ketika Pecco (Bagnaia) terjatuh, saya mencoba mengejar Fabio karena saya tahu dia menggunakan ban medium, tapi saya tidak bisa… Lap-lap terakhir sangat buruk, saya kelelahan,” kata Zarco.

Kemenangan itu membuat Quartararo sebagai raja baru Sachsenring di tengah absennya Marc Marquez yang delapan kali menjuarai balapan MotoGP di Jerman sebelumnya. Marquez sedang melakukan pemulihan dari cedera hingga setidaknya akhir musim ini.

Itu juga menjadi kemenangan bagi Yamaha sejak Valentino Rossi menjuarai GP Jerman dari pole position pada 2009 silam.

Quartararo menuju Assen, Belanda dengan koleksi 172 poin setelah 10 balapan, sedangkan Espargaro menjaga asa pertarungan gelar di peringkat dua dengan margin 34 poin. Zarco naik ke peringkat tiga dengan koleksi 111 poin. (Antara)

RADARSOLO.ID – Kemenangan juara dunia bertahan Fabio Quartararo di Grand Prix (GP) Jerman pada Minggu (19/6), kian memperlebar jarak sebagai pemuncak klasemen. Quartararo meraih hasil gemilang di balapan kemarin, setelah mengambil risiko memilih kompon ban belakang yang berbeda dari lawan-lawannya.

Quartararo, yang start dari P2, menjadi salah satu dari tiga pembalap yang memilih ban belakang medium dalam kondisi Sirkuit Sachsenring yang sangat panas hari itu. Sementara para pembalap lain menggunakan ban belakang yang lebih keras, yang diharapkan bertahan hingga akhir lomba.

Pembalap Yamaha ini mendapat grip yang cukup untuk membantunya melesat setelah start dan merebut posisi pimpinan lomba dari polesitter Francesco Bagnaia di tikungan pertama.

Quartararo tak mendapat perlawanan berarti setelah Bagnaia kehilangan grip ban belakangnya dan terjatuh di tikungan pertama pada lap keempat. Sehingga mencederai peluang pembalap Ducati itu dalam pertarungan titel MotoGP musim ini.

Pembalap Prancis itu finis 4,9 detik di depan kompatriot senegaranya, Johann Zarco dari tim Pramac Ducati.

Jack Miller, yang mendapat penalti lap panjang karena terjatuh saat bendera kuning dikibarkan di kualifikasi, membawa motor Ducati kedua di podium setelah mencuri P3 dari pembalap Aprilia Aleix Espargaro.

“Saya lelah. Saya sakit sepanjang akhir pekan ini, dan di balapan saya sedikit terbatuk-batuk, saya tak punya kata-kata untuk ini,” kata Quartararo setelah merampungkan balapan sepanjang 30 putaran itu, dalam keterangan resmi MotoGP.

“Kami membuat pilihan ban belakang medium, yang sangat berisiko, dan di balapan kami beruntung karena (performanya) menurun lebih cepat dari yang diantisipasi, tapi saya sangat senang,” lanjut dia.

Zarco sempat akan menyalip, namun pada akhirnya ia cukup puas dengan finis kedua.

“Ketika Pecco (Bagnaia) terjatuh, saya mencoba mengejar Fabio karena saya tahu dia menggunakan ban medium, tapi saya tidak bisa… Lap-lap terakhir sangat buruk, saya kelelahan,” kata Zarco.

Kemenangan itu membuat Quartararo sebagai raja baru Sachsenring di tengah absennya Marc Marquez yang delapan kali menjuarai balapan MotoGP di Jerman sebelumnya. Marquez sedang melakukan pemulihan dari cedera hingga setidaknya akhir musim ini.

Itu juga menjadi kemenangan bagi Yamaha sejak Valentino Rossi menjuarai GP Jerman dari pole position pada 2009 silam.

Quartararo menuju Assen, Belanda dengan koleksi 172 poin setelah 10 balapan, sedangkan Espargaro menjaga asa pertarungan gelar di peringkat dua dengan margin 34 poin. Zarco naik ke peringkat tiga dengan koleksi 111 poin. (Antara)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/