alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Gibran Rakabuming Raka: Tahan Dulu, Jangan Konvoi

RADARSOLO.ID – Euforia seluruh suporter Persis tak terbendung usai Persis memastikan promosi usai menang dari semifinal kontra Dewa United (27/12), dan jadi juara Liga 2 usai menang final kontra RANS Cilegon FC di Stadion Pakansari (30/12). Masyarakat Solo banyak yang melakukan pawai. Bahkan saat tim Persis pulang dari Bogor sehari kemudian (31/12) ribuan masyarakat mengawal dua bus Persis yang membawa pemain dan tim kepelatihan Persis dari tol Kartasura hingga menuju mes di daerah Sriwedari.

Sayangnya euforia memang tak bisa berjalan sesuai harapan, khususnya yang dirasakan oleh suporter. Hal ini lantaran tak ada pawai resmi yang bisa dijalani untuk mengarak piala juara di pusat kota.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming menyampaikan untuk segenap suporter untuk menahan diri agar tak menjalani konvoi. “Untuk teman-teman suporter di manapun anda berada dari Pasoepati, Surakartans, Ultras, dan siapapun itu mohon menahan diri dulu, jangan konvoi, karena kita masih di tengah pandemi,” terangnya.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya lonjakan kasus di Kota Solo, terlebih varian baru virus korona, yakni Omicron tengah menjadi ancaman di Indonesia. Seluruh masyarakat Solo Raya diharapkan dapat bekerja sama untuk mencegah adanya lonjakan kasus Covid-19.

Gibran lalu menambahkan agar para pendukung Persis dapat merayakan dengan cara terbaik yang ada saat ini demi menjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan bersama masyarakat Kota Solo. “Kita tahan dulu jangan sampai nanti ada lonjakan kasus. Apalagi sekarang ada varian baru, Omicron. Kita menahan diri dulu, mendoakan Persis dari rumah. Kita tahan dulu euforianya,” tambahnya.

Pihaknya tak menutup diri, tentu harapannya memang ada solusi. Saat ini klub juga tengah mencari solusi agar euforia ini bisa dirasakan semua pihak tanpa terkecuali setelah mempertimbangkan kondusifitas situasi dan mengantongi izin dari pihak berwenang.

Di lain sisi Presiden DPP Pasoepati Maryadi Gondrong mengakui, hanya pasrah pada situasi yang memang sepertinya tak akan ada konvoi. Khusus terkait perayaan juara Persis di Liga 2. Pihaknya mengakui sudah melobi manajemen dan wali kota untuk bisa merealisasi harapan masyarakat Solo. “Kayaknya gak ada konvoi, terkendala instruksi mendagri (menteri dalam negeri), yang jadi acuannya mungkin,” keluh Maryadi Gondrong.

Dalam instruksi mendagri, memang diharapkan gubernur hingga bupati dan wali kota di setiap daerah untuk menjalani beberapa peraturan. Yang mana salah satu isinya adalah selama pelaksanaan Natal dan libur tahun baru, untuk tetap menjaga kondusifitas di daerahnya, dan menghindari adanya penyebaran virus korona. Salah satunya dengan melarang adanya kerumunan. (nik)

RADARSOLO.ID – Euforia seluruh suporter Persis tak terbendung usai Persis memastikan promosi usai menang dari semifinal kontra Dewa United (27/12), dan jadi juara Liga 2 usai menang final kontra RANS Cilegon FC di Stadion Pakansari (30/12). Masyarakat Solo banyak yang melakukan pawai. Bahkan saat tim Persis pulang dari Bogor sehari kemudian (31/12) ribuan masyarakat mengawal dua bus Persis yang membawa pemain dan tim kepelatihan Persis dari tol Kartasura hingga menuju mes di daerah Sriwedari.

Sayangnya euforia memang tak bisa berjalan sesuai harapan, khususnya yang dirasakan oleh suporter. Hal ini lantaran tak ada pawai resmi yang bisa dijalani untuk mengarak piala juara di pusat kota.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming menyampaikan untuk segenap suporter untuk menahan diri agar tak menjalani konvoi. “Untuk teman-teman suporter di manapun anda berada dari Pasoepati, Surakartans, Ultras, dan siapapun itu mohon menahan diri dulu, jangan konvoi, karena kita masih di tengah pandemi,” terangnya.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya lonjakan kasus di Kota Solo, terlebih varian baru virus korona, yakni Omicron tengah menjadi ancaman di Indonesia. Seluruh masyarakat Solo Raya diharapkan dapat bekerja sama untuk mencegah adanya lonjakan kasus Covid-19.

Gibran lalu menambahkan agar para pendukung Persis dapat merayakan dengan cara terbaik yang ada saat ini demi menjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan bersama masyarakat Kota Solo. “Kita tahan dulu jangan sampai nanti ada lonjakan kasus. Apalagi sekarang ada varian baru, Omicron. Kita menahan diri dulu, mendoakan Persis dari rumah. Kita tahan dulu euforianya,” tambahnya.

Pihaknya tak menutup diri, tentu harapannya memang ada solusi. Saat ini klub juga tengah mencari solusi agar euforia ini bisa dirasakan semua pihak tanpa terkecuali setelah mempertimbangkan kondusifitas situasi dan mengantongi izin dari pihak berwenang.

Di lain sisi Presiden DPP Pasoepati Maryadi Gondrong mengakui, hanya pasrah pada situasi yang memang sepertinya tak akan ada konvoi. Khusus terkait perayaan juara Persis di Liga 2. Pihaknya mengakui sudah melobi manajemen dan wali kota untuk bisa merealisasi harapan masyarakat Solo. “Kayaknya gak ada konvoi, terkendala instruksi mendagri (menteri dalam negeri), yang jadi acuannya mungkin,” keluh Maryadi Gondrong.

Dalam instruksi mendagri, memang diharapkan gubernur hingga bupati dan wali kota di setiap daerah untuk menjalani beberapa peraturan. Yang mana salah satu isinya adalah selama pelaksanaan Natal dan libur tahun baru, untuk tetap menjaga kondusifitas di daerahnya, dan menghindari adanya penyebaran virus korona. Salah satunya dengan melarang adanya kerumunan. (nik)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/