alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Merah Putih Juara Umum ASEAN Para Games XI 2022

SOLO – Hajatan ASEAN Para Games (APG) XI 2022 di Kota Solo, berakhir hari ini. Ditandai closing ceremony, yang akan digelar di Stadion Manahan, sore ini. Selain sukses penyelenggaraan, Indonesia juga menuai prestasi membanggakan. Setelah kontingen merah putih menahbiskan diri sebagai juara umum.

Hingga tadi malam pukul 21.30, Indonesia sudah mengumpulkan total 250 medali. Rinciannya, 170 emas, 80 perak, dan 60 perunggu. Jauh meninggalkan pesaing terdekatnya Thailand, dengan 174 medali. Berupa 57 emas, 71 perak, dan 46 perunggu.

Hasil tersebut belum final, karena masih berpotensi ada tambahan medali. Namun demikian, konfigurasi di puncak klasemen perolehan medali APG XI tidak akan berubah. Indonesia dipastikan menjadi juara umum.

“Target awal Indonesia adalah 104 medali emas. Alhamdulillah malam ini (tadi malam) ada dua data yang belum masuk. Ini hanya masalah waktu, untuk menentukan final dari angka medali yang terkumpul. Saya dengan berani bisa bilang, Indonesia juara umum APG XI 2022 di Kota Solo,” tegas ketua Chief de Mission (CdM) kontingen Indonesia untuk APG XI Andi Herman, tadi malam.

Andi menambahkan, dari 14 cabang olahrag (cabor) yang dipertandingkan, delapan di antaranya melampaui target yang dirancang. Ambil contoh para atletik. Ditarget 35 emas, malah bablas meraih 60 emas. Termasuk para badminton, ditarget 6 emas, malah merebut 13 emas.

“Catur juga ditarget 10 emas, dapatnya 13 emas. Angkat berat ditarget 6 emas, dapat 18 emas. Renang di Semarang, ditarget 27 emas, ternyata dapat 29 emas. Panahan ditarget 2 emas, dapatnya 3 emas,” imbuhnya.

Cabor blind judo juga mendominasi. Dipatyok target 3 emas, ternyata mengoleksi 9 emas. Sedangkan cabor lainnya seperti boccia dan voli duduk, juga mencapai target. Masing-masing meraih sebiji emas.

“Satu-satunya yang ditarget emas tapi gagal tercapai, yakni cabor sepak bola CP (cerebral palsy). Hanya meraih perunggu setelah kalah dari Thailan di Stadion UNS, tadi sore (kemarin),” jelasnya.

TOTALITAS: Kaki pemain timnas sepak bola CP Indonesia Cahyana (kiri), menerjang kepala penggawa Thailand di Stadion UNS, kemarin (5/8). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Dari 14 cabor yang dipertandingkan, hanya tiga yang justru gagal mendulang emas. Mulai dari wheelchair tennis (tenis),  wheelchair basketball (basket), dan goalball.

“Basket kursi roda itu yang mendominasi Filipina dan Thailand. Mereka sudah kelas dunia. Sedangkan Indonesia baru mulai dibentuk, jelang Asian Para Games di Jakarta, 2018 lalu. Kami realistis, memang belum bisa bersaing merebut emas,” urai Andi.

Sementara itu, Indonesia berhasil menepis “kutukan” kegagalan host menjadi juara umum. Sebagai catatan, pada APG V 2009 Malaysia, APG VI 2011 Indonesia, APG VII 2014 Myanmar, APG VIII 2015 Singapura, serta APG IX 2017 Malaysia (2017), para tuan rumah gagal mencapai hasil terbaik. Terakhir kali tuan rumah juara umum, yakni pada APG IV 2008 Thailand.

“Ini fakta unik. Karena pas 2011 yang juga digelar di Solo, Indonesia gagal juara umum. Tapi tahun ini, Indonesia juara umum di rumah sendiri,” kata Sekjen National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Ferdianto Rima bangga.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengingatkan, hasil di Kota Bengawan ini harus dijadikan modal, menuju kualifikasi Paralimpiade Paris, 2024 mendatang. Didukung program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Di mana Indonesia menempatkan Paralimpiade sebagai target utama.

“Mimpi besar bangsa adalah, 100 tahun Indonesia Merdeka di 2045. Insya Allah harapan Indonesia berada di peringkat 5 dunia. Baik Olimpiade maupun Paralimpiade,” harap Menpora.

Menpora menegaskan, jika para atlet tampil menawan di APG hingga Asian Para Games, otomatis akan dikirim untuk ikut kualifikasi Paralimpiade Paris 2024.

“Jadi ini motivasi untuk para atlet. Supaya menunjukkan, bahwa mereka pantas dikirim ke Paralimpiade Paris 2024. Hasil ini (APG XI), saya tidak terlalu kaget. Karena saat Paralimpiade Tokyo 2020 lalu, Indonesia menarget peringkat 60 dunia. Ternyata mampu menembus posisi 43 dunia,” imbuh Menpora.

Ditanya apresiasi dan bonus kepada kontingen Indonesia, Menpora menegaskan, secepatnya akan diserahkan Presiden Joko Widodo. “Sudah disiapkan. Nanti akan setara dan sama dengan yang diberikan kepada atlet SEA Games lalu,” tandasnya. (nik/fer)

PEROLEHAN MEDALI SEMENTARA APG XI

1 Indonesia 170 137 110 417
2 Thailand 112 113 85 310
3 Vietnam 64 58 53 175
4 Malaysia 34 19 14 67
5 Filipina 28 31 43 102
6 Myanmar 14 12 16 42
7 Singapura 7 9 11 27
8 Kamboja 6 9 11 26
9 Timor Leste 5 2 5 12
10 Laos 0 2 6 8
11 Brunei 0 0 3 3

Medali per Jumat, 5 Agustus 2022 pukul 21.30

SOLO – Hajatan ASEAN Para Games (APG) XI 2022 di Kota Solo, berakhir hari ini. Ditandai closing ceremony, yang akan digelar di Stadion Manahan, sore ini. Selain sukses penyelenggaraan, Indonesia juga menuai prestasi membanggakan. Setelah kontingen merah putih menahbiskan diri sebagai juara umum.

Hingga tadi malam pukul 21.30, Indonesia sudah mengumpulkan total 250 medali. Rinciannya, 170 emas, 80 perak, dan 60 perunggu. Jauh meninggalkan pesaing terdekatnya Thailand, dengan 174 medali. Berupa 57 emas, 71 perak, dan 46 perunggu.

Hasil tersebut belum final, karena masih berpotensi ada tambahan medali. Namun demikian, konfigurasi di puncak klasemen perolehan medali APG XI tidak akan berubah. Indonesia dipastikan menjadi juara umum.

“Target awal Indonesia adalah 104 medali emas. Alhamdulillah malam ini (tadi malam) ada dua data yang belum masuk. Ini hanya masalah waktu, untuk menentukan final dari angka medali yang terkumpul. Saya dengan berani bisa bilang, Indonesia juara umum APG XI 2022 di Kota Solo,” tegas ketua Chief de Mission (CdM) kontingen Indonesia untuk APG XI Andi Herman, tadi malam.

Andi menambahkan, dari 14 cabang olahrag (cabor) yang dipertandingkan, delapan di antaranya melampaui target yang dirancang. Ambil contoh para atletik. Ditarget 35 emas, malah bablas meraih 60 emas. Termasuk para badminton, ditarget 6 emas, malah merebut 13 emas.

“Catur juga ditarget 10 emas, dapatnya 13 emas. Angkat berat ditarget 6 emas, dapat 18 emas. Renang di Semarang, ditarget 27 emas, ternyata dapat 29 emas. Panahan ditarget 2 emas, dapatnya 3 emas,” imbuhnya.

Cabor blind judo juga mendominasi. Dipatyok target 3 emas, ternyata mengoleksi 9 emas. Sedangkan cabor lainnya seperti boccia dan voli duduk, juga mencapai target. Masing-masing meraih sebiji emas.

“Satu-satunya yang ditarget emas tapi gagal tercapai, yakni cabor sepak bola CP (cerebral palsy). Hanya meraih perunggu setelah kalah dari Thailan di Stadion UNS, tadi sore (kemarin),” jelasnya.

TOTALITAS: Kaki pemain timnas sepak bola CP Indonesia Cahyana (kiri), menerjang kepala penggawa Thailand di Stadion UNS, kemarin (5/8). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Dari 14 cabor yang dipertandingkan, hanya tiga yang justru gagal mendulang emas. Mulai dari wheelchair tennis (tenis),  wheelchair basketball (basket), dan goalball.

“Basket kursi roda itu yang mendominasi Filipina dan Thailand. Mereka sudah kelas dunia. Sedangkan Indonesia baru mulai dibentuk, jelang Asian Para Games di Jakarta, 2018 lalu. Kami realistis, memang belum bisa bersaing merebut emas,” urai Andi.

Sementara itu, Indonesia berhasil menepis “kutukan” kegagalan host menjadi juara umum. Sebagai catatan, pada APG V 2009 Malaysia, APG VI 2011 Indonesia, APG VII 2014 Myanmar, APG VIII 2015 Singapura, serta APG IX 2017 Malaysia (2017), para tuan rumah gagal mencapai hasil terbaik. Terakhir kali tuan rumah juara umum, yakni pada APG IV 2008 Thailand.

“Ini fakta unik. Karena pas 2011 yang juga digelar di Solo, Indonesia gagal juara umum. Tapi tahun ini, Indonesia juara umum di rumah sendiri,” kata Sekjen National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Ferdianto Rima bangga.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengingatkan, hasil di Kota Bengawan ini harus dijadikan modal, menuju kualifikasi Paralimpiade Paris, 2024 mendatang. Didukung program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Di mana Indonesia menempatkan Paralimpiade sebagai target utama.

“Mimpi besar bangsa adalah, 100 tahun Indonesia Merdeka di 2045. Insya Allah harapan Indonesia berada di peringkat 5 dunia. Baik Olimpiade maupun Paralimpiade,” harap Menpora.

Menpora menegaskan, jika para atlet tampil menawan di APG hingga Asian Para Games, otomatis akan dikirim untuk ikut kualifikasi Paralimpiade Paris 2024.

“Jadi ini motivasi untuk para atlet. Supaya menunjukkan, bahwa mereka pantas dikirim ke Paralimpiade Paris 2024. Hasil ini (APG XI), saya tidak terlalu kaget. Karena saat Paralimpiade Tokyo 2020 lalu, Indonesia menarget peringkat 60 dunia. Ternyata mampu menembus posisi 43 dunia,” imbuh Menpora.

Ditanya apresiasi dan bonus kepada kontingen Indonesia, Menpora menegaskan, secepatnya akan diserahkan Presiden Joko Widodo. “Sudah disiapkan. Nanti akan setara dan sama dengan yang diberikan kepada atlet SEA Games lalu,” tandasnya. (nik/fer)

PEROLEHAN MEDALI SEMENTARA APG XI

1 Indonesia 170 137 110 417
2 Thailand 112 113 85 310
3 Vietnam 64 58 53 175
4 Malaysia 34 19 14 67
5 Filipina 28 31 43 102
6 Myanmar 14 12 16 42
7 Singapura 7 9 11 27
8 Kamboja 6 9 11 26
9 Timor Leste 5 2 5 12
10 Laos 0 2 6 8
11 Brunei 0 0 3 3

Medali per Jumat, 5 Agustus 2022 pukul 21.30

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/