alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Sumbangsih Penggembala Kambing di ASEAN Para Games, Raih Juara di Blind Judo

SOLO – Cabor blind judo yang digeber di Tirtonadi Convention Hall, juga memastikan diri sebagai juara umum ASEAN Para Games (APG) XI 2022. Salah satunya disumbangkan Junaedi, kemarin (5/8). Atlet asal Garut, Jawa Barat ini meraih emas nomor beregu putra, usai mengalahkan wakil Thailand Kongsuk Vitoon. Indonesia unggul dengan skor 3-0 di nomor tersebut.

“Senang bisa menyumbang kemenangan nomor beregu. Sekaligus bisa revans, karena sebelumnya saya gagal meraih emas saat lawan Kongsuk Vitoon, di nomor individu. Medali ini saya persembahkan untuk keluarga dan orang tua,” ujarnya.

Di sisi lain, sebelum menjadi atlet nasional, aktivitas keseharian Junaedi ternyata menggembala kambing di Garut. “Selain menggembala kambing, juga sering bantu ayah dan ibu mencangkul di ladang. Maklum kami dari keluarga menengah ke bawah di Garut,” beber Asep, kakak kandung Junaedi.

Sebelum terjun di cabor blind judo, Junaedi sempat menekuni catur dan renang. “Dia selalu diskusi sama saya. Akhirnya memilih judo. Justru sekarang dia lebih enjoy dan tanpa beban. Sudah terlihat saat latihan,” imbuh Asep.

Pasangan Odin-Etin, kedua orang tua Junaedi juga menyempatkan hadir di Solo. Mendukung langsung perjuangan putranya.

“Kami masih belum percaya, Junaedi bisa menjadi atlet andalan Indonesia. Kami sangat terharu, dia bisa menang lawan Thailand dan meraih emas,” sambung ayak Junaedi, Odin. (nik/fer/dam)

SOLO – Cabor blind judo yang digeber di Tirtonadi Convention Hall, juga memastikan diri sebagai juara umum ASEAN Para Games (APG) XI 2022. Salah satunya disumbangkan Junaedi, kemarin (5/8). Atlet asal Garut, Jawa Barat ini meraih emas nomor beregu putra, usai mengalahkan wakil Thailand Kongsuk Vitoon. Indonesia unggul dengan skor 3-0 di nomor tersebut.

“Senang bisa menyumbang kemenangan nomor beregu. Sekaligus bisa revans, karena sebelumnya saya gagal meraih emas saat lawan Kongsuk Vitoon, di nomor individu. Medali ini saya persembahkan untuk keluarga dan orang tua,” ujarnya.

Di sisi lain, sebelum menjadi atlet nasional, aktivitas keseharian Junaedi ternyata menggembala kambing di Garut. “Selain menggembala kambing, juga sering bantu ayah dan ibu mencangkul di ladang. Maklum kami dari keluarga menengah ke bawah di Garut,” beber Asep, kakak kandung Junaedi.

Sebelum terjun di cabor blind judo, Junaedi sempat menekuni catur dan renang. “Dia selalu diskusi sama saya. Akhirnya memilih judo. Justru sekarang dia lebih enjoy dan tanpa beban. Sudah terlihat saat latihan,” imbuh Asep.

Pasangan Odin-Etin, kedua orang tua Junaedi juga menyempatkan hadir di Solo. Mendukung langsung perjuangan putranya.

“Kami masih belum percaya, Junaedi bisa menjadi atlet andalan Indonesia. Kami sangat terharu, dia bisa menang lawan Thailand dan meraih emas,” sambung ayak Junaedi, Odin. (nik/fer/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/