alexametrics
23.4 C
Surakarta
Thursday, 7 July 2022

Trofi Juara Liga 2 Diarak di Sriwedari, Penggawa Persis Solo Tak Komplet

RADARSOLO.ID – Manajemen Persis Solo memenuhi janjinya dengan menggelar perayaan juara Liga 2 bersama suporter, kemarin pagi (9/1). Selebrasi juara dipusatkan di Stadion Sriwedari, dihadiri jajaran manajemen, pemain, dan 250 suporter. Dihibur grup band Strengthside dan The Working Class Symphony (TWCS).

Event bertajuk “Merayakan Pertemuan Sambernyawa Juara” ini dipungkasi dengan mengarak trofi keliling Stadion Sriwedari. Di bawa gelandang M. Shulton Fajar dengan dikelilingi petugas keamanan dan ratusan suporter.

“Terima kasih atas support dan doanya. Juga totalitasnya dalam mendukung Persis Solo sampai meraih gelar juara dan lolos ke Liga 1. Semoga Liga 1 musim depan para suporter lebih totalitas lagi dalam mendukung Persis,” ujar Shulton dalam sambutannya.

Sebelumnya, sempat beredar kabar kegiatan ini akan dihadiri sekitar 500 suporter. Namun belakangan, mengerucut jadi 250 suporter saja. Syarat bagi suporter yang hadir juga diperketat. Yakni wajib menjalani swab test antigen dan sudah divaksin dua kali.
Manajer Persis Solo Jacksen F. Tiago ikut senang, target manajemen menjadi juara akhirnya terealisasi. “Ini hasil kerja keras pemain dan staf pelatih. Terima kasih juga untuk suporter Persis. Kami bangga jadi bagian dari misi membawa Persis Solo full senyum,” terang manajer yang baru saja didatangkan dari Persipura Jayapura tersebut.

Acara dimeriahkan band Strengthside yang membawakan dua single andalannya, yakni Puncak Ujung Tertinggi dan Merah Menyala. Disusul perform TWCS dengan hits andalan Satu Jiwa. Sebagai pengingat, lagu ini sudah resmi jadi anthem Persis Solo. “Ini penantian panjang selama 14 tahun. Hasil kerja keras pemain, tim, dan didukung support manajemen juga. Termasuk motivasi dan doa dari suporter Persis Solo yang kami banggakan. Alhamdulillah bisa juara dan lolos ke Liga 1,” sambung pelatih Persis Solo Eko Purdjianto.

Hadir pula dalam perayaan, kiper muda Persis Solo Pancar Nur Widiastono. Sepanjang musim, dia sempat dipercaya menjadi starter ketika meladeni PSCS Cilacap di laga terakhir babak penyisihan Grup C di Stadion Manahan, 29 November lalu. “Kami sudah memberikan yang terbaik. Alhamdulillah Persis bisa promosi Liga 1 dan juara Liga 2,” katanya.

Tak ketinggalan, Direktur Utama (Dirut) Persis Solo Kaesang Pangarep ikut nimbrung. “Selamat pagi dan selamat siang semuanya. Juara 1 Liga 2 itu enggak ada juara empat,” hemat Kaesang sembari menyindir PSIM Jogja yang gagal promosi ke Liga 1, setelah kalah atas Dewa United dalam perebutan juara ketiga.

Sementara itu, ada yang kurang dalam perayaan gelar juara ini. Selain pembatasan jumlah suporter, juga tidak dihadiri sejumlah pemain kunci. Selain Shulton, sebagian besar pemain musim lalu yang tak dipinjamkan ke klub Liga 1 datang di acara ini. Kecuali Wahyu Tri Nugroho yang sejatinya sudah kembali ke Bhayangkara FC setelah dipinjam Persis musim ini. Kemarin dia turut hadir di acara ini.

Pemain pinjaman lainnya seperti Saktiawan Sinaga (PSM Makassar), Eky Taufik (Bali United), Irfan Jauhari (Persija jakarta), Alberto “Beto” Goncalves (Madura United), Fabiano Beltrame (Arema FC), Sandi Sute (Arema FC), hingga Miftahul Hamdi (Persita Tangerang) urung hadir. Cukup wajar karena mereka harus fokus ke tim barunya yang tengah berjuang di putraan kedua Liga 1 di Pulau Dewata Bali.

Padahal, beberapa hari sebelumnya manajemen Laksar Sambernyawa sempat mengirimkan surat undangan. Surat tersebut ditujukan kepada manajemen klub tempat pemain-pemain tersebut bernaung. “Bagi suporter yang tidak bisa hadir, nanti piala akan kami pajang di Persis Store,” singkat Asisten Manajer Persis Erwin Widianto. (nik/fer)

RADARSOLO.ID – Manajemen Persis Solo memenuhi janjinya dengan menggelar perayaan juara Liga 2 bersama suporter, kemarin pagi (9/1). Selebrasi juara dipusatkan di Stadion Sriwedari, dihadiri jajaran manajemen, pemain, dan 250 suporter. Dihibur grup band Strengthside dan The Working Class Symphony (TWCS).

Event bertajuk “Merayakan Pertemuan Sambernyawa Juara” ini dipungkasi dengan mengarak trofi keliling Stadion Sriwedari. Di bawa gelandang M. Shulton Fajar dengan dikelilingi petugas keamanan dan ratusan suporter.

“Terima kasih atas support dan doanya. Juga totalitasnya dalam mendukung Persis Solo sampai meraih gelar juara dan lolos ke Liga 1. Semoga Liga 1 musim depan para suporter lebih totalitas lagi dalam mendukung Persis,” ujar Shulton dalam sambutannya.

Sebelumnya, sempat beredar kabar kegiatan ini akan dihadiri sekitar 500 suporter. Namun belakangan, mengerucut jadi 250 suporter saja. Syarat bagi suporter yang hadir juga diperketat. Yakni wajib menjalani swab test antigen dan sudah divaksin dua kali.
Manajer Persis Solo Jacksen F. Tiago ikut senang, target manajemen menjadi juara akhirnya terealisasi. “Ini hasil kerja keras pemain dan staf pelatih. Terima kasih juga untuk suporter Persis. Kami bangga jadi bagian dari misi membawa Persis Solo full senyum,” terang manajer yang baru saja didatangkan dari Persipura Jayapura tersebut.

Acara dimeriahkan band Strengthside yang membawakan dua single andalannya, yakni Puncak Ujung Tertinggi dan Merah Menyala. Disusul perform TWCS dengan hits andalan Satu Jiwa. Sebagai pengingat, lagu ini sudah resmi jadi anthem Persis Solo. “Ini penantian panjang selama 14 tahun. Hasil kerja keras pemain, tim, dan didukung support manajemen juga. Termasuk motivasi dan doa dari suporter Persis Solo yang kami banggakan. Alhamdulillah bisa juara dan lolos ke Liga 1,” sambung pelatih Persis Solo Eko Purdjianto.

Hadir pula dalam perayaan, kiper muda Persis Solo Pancar Nur Widiastono. Sepanjang musim, dia sempat dipercaya menjadi starter ketika meladeni PSCS Cilacap di laga terakhir babak penyisihan Grup C di Stadion Manahan, 29 November lalu. “Kami sudah memberikan yang terbaik. Alhamdulillah Persis bisa promosi Liga 1 dan juara Liga 2,” katanya.

Tak ketinggalan, Direktur Utama (Dirut) Persis Solo Kaesang Pangarep ikut nimbrung. “Selamat pagi dan selamat siang semuanya. Juara 1 Liga 2 itu enggak ada juara empat,” hemat Kaesang sembari menyindir PSIM Jogja yang gagal promosi ke Liga 1, setelah kalah atas Dewa United dalam perebutan juara ketiga.

Sementara itu, ada yang kurang dalam perayaan gelar juara ini. Selain pembatasan jumlah suporter, juga tidak dihadiri sejumlah pemain kunci. Selain Shulton, sebagian besar pemain musim lalu yang tak dipinjamkan ke klub Liga 1 datang di acara ini. Kecuali Wahyu Tri Nugroho yang sejatinya sudah kembali ke Bhayangkara FC setelah dipinjam Persis musim ini. Kemarin dia turut hadir di acara ini.

Pemain pinjaman lainnya seperti Saktiawan Sinaga (PSM Makassar), Eky Taufik (Bali United), Irfan Jauhari (Persija jakarta), Alberto “Beto” Goncalves (Madura United), Fabiano Beltrame (Arema FC), Sandi Sute (Arema FC), hingga Miftahul Hamdi (Persita Tangerang) urung hadir. Cukup wajar karena mereka harus fokus ke tim barunya yang tengah berjuang di putraan kedua Liga 1 di Pulau Dewata Bali.

Padahal, beberapa hari sebelumnya manajemen Laksar Sambernyawa sempat mengirimkan surat undangan. Surat tersebut ditujukan kepada manajemen klub tempat pemain-pemain tersebut bernaung. “Bagi suporter yang tidak bisa hadir, nanti piala akan kami pajang di Persis Store,” singkat Asisten Manajer Persis Erwin Widianto. (nik/fer)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/