alexametrics
25.5 C
Surakarta
Monday, 25 October 2021

Kursi Eko Purdjianto Panas, Suporter Dorong Manajemen Evaluasi Pelatih

SOLO – Hasil seri 0-0 dalam Derby Mataram kontra PSIM Jogja di Stadion Manahan, Selasa (12/10) malam, membuat pendukung Persis Solo kebakaran jenggot. Sebab materi pemain Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo– musim ini terbilang “mewah”. Suporter meminta manajemen ikut mengevaluasi tim kepelatihan.

Di mata suporter, hasil imbang melawan musuh bebuyutan hukumnya “haram”. Berkaca dua kali kemenangan versus Laskar Mataram (julukan PSIM Jogja) di Liga 2 musim kompetisi 2019 lalu. Padahal saat itu, materi pemain yang dimiliki bond kebanggan wong Solo terbilang pas-pasan.

“Hasil Derby Mataram tidak sesuai harapan. Punya materi pemain yang levelnya timnas dan Liga 1, malah seperti main tarkam. Kurang ngeyel (ngotot) dan getih (berdarah-darah),” koar Presiden DPP Pasoepati Maryadi “Gondrong” Suryadharma, kemarin (13/10).

Saking kesalnya, suporter menumpahkan kekesalan dengan mengepung mes pemain Persis di kawasan Sriwedari, Laweyan, selepas laga. Belum cukup, kekesalan juga ditumpahkan suporter di media sosial. Menuntut Eko Purdjianto mundur dari kursi kepelatihan.

“Saya harap manajemen dan jajarannya mendengarkan suara suporter. Saya pikir wajar mereka kecewa. Karena sejak awal manajemen mengusung slogan Liga 1 Harga Mati. Tapi melawan tim-tim lemah, tidak bisa menang,” imbuh Gondrong.

Suporter juga menyuarakan agar manajemen mempertimbangkan dua nama yang layak menggantikan posisi Eko Purdjianto. Siapa lagi kalau bukan Widyantoro dan Salahudin. Widyantoro pernah membidani Persis musim kompetisi 2013, 2014, 2016, dan 2017.

Prestasi terbaik pelatih asal Magelang tersebut, yakni membawa Persis lolos babak delapan besar musim 2014 dan 2017. Sayang, Wiwid (sapaan akrab Widyantoro) kini sudah menukangi Persibat Batang di Liga 3 Zona Jateng.

Nama lain yang diimpikan suporter, yakni Salahudin. Namanya moncer, usai membawa Persis dua kali menekuk PSIM, baik di kandang maupun tandang, musim 2019 silam. Dan kini, Salahudin kembali menjadi nakhoda Madura FC di ajang Liga 3 Zona Jatim. “Kalau coach Eko Purdjianto dipertahankan, mungkin persis perlu menambah direktur teknik,” ujar Gondrong.

Saat dikonfirmasi, Komisaris Utama Persis Solo Kevin Nugroho belum memberi kepastian terkait nasib Eko Purdjianto. “Hasil ini memang perlu dievaluasi, tunggu saja nanti,” tutur pemegang saham terbesar kedua setelah Direktur Utama Persis Solo Kaesang Pangarep tersebut. (nik/fer/dam)

SOLO – Hasil seri 0-0 dalam Derby Mataram kontra PSIM Jogja di Stadion Manahan, Selasa (12/10) malam, membuat pendukung Persis Solo kebakaran jenggot. Sebab materi pemain Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo– musim ini terbilang “mewah”. Suporter meminta manajemen ikut mengevaluasi tim kepelatihan.

Di mata suporter, hasil imbang melawan musuh bebuyutan hukumnya “haram”. Berkaca dua kali kemenangan versus Laskar Mataram (julukan PSIM Jogja) di Liga 2 musim kompetisi 2019 lalu. Padahal saat itu, materi pemain yang dimiliki bond kebanggan wong Solo terbilang pas-pasan.

“Hasil Derby Mataram tidak sesuai harapan. Punya materi pemain yang levelnya timnas dan Liga 1, malah seperti main tarkam. Kurang ngeyel (ngotot) dan getih (berdarah-darah),” koar Presiden DPP Pasoepati Maryadi “Gondrong” Suryadharma, kemarin (13/10).

Saking kesalnya, suporter menumpahkan kekesalan dengan mengepung mes pemain Persis di kawasan Sriwedari, Laweyan, selepas laga. Belum cukup, kekesalan juga ditumpahkan suporter di media sosial. Menuntut Eko Purdjianto mundur dari kursi kepelatihan.

“Saya harap manajemen dan jajarannya mendengarkan suara suporter. Saya pikir wajar mereka kecewa. Karena sejak awal manajemen mengusung slogan Liga 1 Harga Mati. Tapi melawan tim-tim lemah, tidak bisa menang,” imbuh Gondrong.

Suporter juga menyuarakan agar manajemen mempertimbangkan dua nama yang layak menggantikan posisi Eko Purdjianto. Siapa lagi kalau bukan Widyantoro dan Salahudin. Widyantoro pernah membidani Persis musim kompetisi 2013, 2014, 2016, dan 2017.

Prestasi terbaik pelatih asal Magelang tersebut, yakni membawa Persis lolos babak delapan besar musim 2014 dan 2017. Sayang, Wiwid (sapaan akrab Widyantoro) kini sudah menukangi Persibat Batang di Liga 3 Zona Jateng.

Nama lain yang diimpikan suporter, yakni Salahudin. Namanya moncer, usai membawa Persis dua kali menekuk PSIM, baik di kandang maupun tandang, musim 2019 silam. Dan kini, Salahudin kembali menjadi nakhoda Madura FC di ajang Liga 3 Zona Jatim. “Kalau coach Eko Purdjianto dipertahankan, mungkin persis perlu menambah direktur teknik,” ujar Gondrong.

Saat dikonfirmasi, Komisaris Utama Persis Solo Kevin Nugroho belum memberi kepastian terkait nasib Eko Purdjianto. “Hasil ini memang perlu dievaluasi, tunggu saja nanti,” tutur pemegang saham terbesar kedua setelah Direktur Utama Persis Solo Kaesang Pangarep tersebut. (nik/fer/dam)

Populer

Berita Terbaru