alexametrics
24.1 C
Surakarta
Wednesday, 26 January 2022

34 Tim Ramaikan Honda DBL Central Java Series di Sritex Arena

SOLO – Setelah dua tahun absen, Honda DBL Central Java Series kembali menginvasi Kota Solo. Dijadwalkan, kompetisi basket antarpelajar SMA paling akbar di tanah air ini akan diputar di Sritex Arena, 27 Januari hingga 5 Februari. Diikuti 34 tim dari 25 sekolah se Jawa Tengah.

Karena suasana masih pandemi Covid-19, panitia meniadakan penyisihan south dan north region. Diganti full kompetisi Central Java Series. Sekolah yang ambil bagian, diprioritaskan dari eks Karesidenan Surakarta. Plus Semarang, Kebumen, hingga Purworejo.

Menyukseskan gelaran ini, panitia penyelenggara menyempatkan diri audiensi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surakarta, kemarin (13/1). Pembahasan mengarah pada regulasi terkait protokol kesehatan (prokes) sepanjang turnamen.

”Jadi regulasinya harus benar-benar ditegakkan. Saya berharap standar pengawasan dan pencegahan Covid-19 ditingkatkan. Kalau standar event, saya akui DBL lebih tahu karena sudah sering menggelarnya,” terang Kepala Dispora Kota Surakarta Joni Hari Sumantri.

Soal izin penyelenggaraan, Joni mengikuti arahan wali kota dan satgas Covid-19. “Kami sih oke-oke saja kalau ini bisa bergerak (digelar). Tapi, saat ini panglimanya ada di tangan satgas Covid-19.  Jadi semua bergantung mereka,” imbuhnya.

Sejauh ini, Honda DBL sudah digeber di sejumlah kota, termasuk di Jawa Barat. Khusus seri Jateng ini, dipastikan akan digelar tanpa penonton. Bagi suporter yang ingin menyaksikan perjuangan tim kesayangannya, jangan khawatir. Panitia penyelenggara akan menyiarkan secara live pertandingan di DBL Play.

Supervisor Basketball Operation PT DBL Indonesia Fattah Bagus menjelaskan, ada banyak perubahan terkait regulasi yang harus diberlakukan selama masa pandemi. Terutama jumlah peserta. Sebelum pandemi, seri Jateng biasanya diikuti 94 tim putra dan putri. Kini, dibatasi hanya 34 tim putra dan putri.

Regulasi lainnya, seluruh pemain maupun ofisial wajib menjalani swab antigen sebelum pertandingan. Termasuk perangkat pertandingan. Semua biaya skrining ditanggung pihak penyelenggara.

“Biasanya dalam sehari ada delapan pertandingan, tahun ini kemungkinan dipangkas jadi empat saja. Itupun ada jeda 30-40 menit di setiap pertandingan. Kami manfaatkan untuk sterilisasi venue pertandingan,” urainya. (nik/fer/dam)

SOLO – Setelah dua tahun absen, Honda DBL Central Java Series kembali menginvasi Kota Solo. Dijadwalkan, kompetisi basket antarpelajar SMA paling akbar di tanah air ini akan diputar di Sritex Arena, 27 Januari hingga 5 Februari. Diikuti 34 tim dari 25 sekolah se Jawa Tengah.

Karena suasana masih pandemi Covid-19, panitia meniadakan penyisihan south dan north region. Diganti full kompetisi Central Java Series. Sekolah yang ambil bagian, diprioritaskan dari eks Karesidenan Surakarta. Plus Semarang, Kebumen, hingga Purworejo.

Menyukseskan gelaran ini, panitia penyelenggara menyempatkan diri audiensi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surakarta, kemarin (13/1). Pembahasan mengarah pada regulasi terkait protokol kesehatan (prokes) sepanjang turnamen.

”Jadi regulasinya harus benar-benar ditegakkan. Saya berharap standar pengawasan dan pencegahan Covid-19 ditingkatkan. Kalau standar event, saya akui DBL lebih tahu karena sudah sering menggelarnya,” terang Kepala Dispora Kota Surakarta Joni Hari Sumantri.

Soal izin penyelenggaraan, Joni mengikuti arahan wali kota dan satgas Covid-19. “Kami sih oke-oke saja kalau ini bisa bergerak (digelar). Tapi, saat ini panglimanya ada di tangan satgas Covid-19.  Jadi semua bergantung mereka,” imbuhnya.

Sejauh ini, Honda DBL sudah digeber di sejumlah kota, termasuk di Jawa Barat. Khusus seri Jateng ini, dipastikan akan digelar tanpa penonton. Bagi suporter yang ingin menyaksikan perjuangan tim kesayangannya, jangan khawatir. Panitia penyelenggara akan menyiarkan secara live pertandingan di DBL Play.

Supervisor Basketball Operation PT DBL Indonesia Fattah Bagus menjelaskan, ada banyak perubahan terkait regulasi yang harus diberlakukan selama masa pandemi. Terutama jumlah peserta. Sebelum pandemi, seri Jateng biasanya diikuti 94 tim putra dan putri. Kini, dibatasi hanya 34 tim putra dan putri.

Regulasi lainnya, seluruh pemain maupun ofisial wajib menjalani swab antigen sebelum pertandingan. Termasuk perangkat pertandingan. Semua biaya skrining ditanggung pihak penyelenggara.

“Biasanya dalam sehari ada delapan pertandingan, tahun ini kemungkinan dipangkas jadi empat saja. Itupun ada jeda 30-40 menit di setiap pertandingan. Kami manfaatkan untuk sterilisasi venue pertandingan,” urainya. (nik/fer/dam)

Populer

Berita Terbaru