alexametrics
23.6 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Persis Solo Minta Izin Latihan di Lapangan Pendukung Piala Dunia U-20

SOLO Kickoff Liga 2 di depan mata. Persis Solo pasang target besar. Juara sekaligus promosi Liga 1. Muluskan misi tersebut, manajemen tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini minta restu ke Pemerintah (Pemkot) Kota Surakarta. Berupa izin pemakaian lapangan pendukung Piala Dunia (Pildun) U-20.

Sebagai catatan, empat lapangan diplot sebagai pendukung Piala Dunia U-20 di Kota Solo. Yakni Stadion Sriwedari, lapangan Kota Barat, Sriwaru, dan Banyuanyar. Kebetulan, keempat lapangan ini sudah selesai bersolek. Namun belum dikembalikan ke pemkot. Karena masih tahap perawatan dari pihak kontraktor.

Sejauh ini skuad asuhan Eko Purdjianto sudah ajukan diri sebagai host babak penyisihan grup Liga 2. Di kandang kebanggaan mereka Stadion Manahan. Namun, sayang jika Alberto “Beto” Goncalves dkk juga gunakan Stadion Manahan untuk latihan. Karena kickoff Liga 2 tinggal hitungan pekan, Persis ajukan izin pemakaian salah satu dari lapangan itu.

“Baru pengajuan tempat-tempat untuk latihan. Ada beberapa, tapi mereka (Persis) mintanya tertutup. Harus tertutup. Jadi coba kami persiapkan,” terang Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming, kemarin (14/9).

Soal status keempat lapangan pendukung Piala Dunia U-20, Gibran layak dipakai latihan Persis. “Sudah siap dipakai. Tidak ada masalah. Komunikasi dengan Persis sudah dilakukan. Termasuk penggunaan Stadion Manahan,” imbuh putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut.

Saat ini, pengelolaan seluruh lapangan di Kota Bengawan ada di tangan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surakarta. Soal kualitas lapangan pendukung Piala Dunia U-20, bukan kelas kacangan.

“Jangankan Liga 2. (Mau dipakai) Liga 1 juga sudah memenuhi syarat. Bahkan sudah memenuhi standar FIFA,” sambung Kepala Dispora Kota Surakarta Joni Hari Sumantri.

Terkait masa pemeliharaan lapangan, terhitung hingga 26 Desember. Namun jika direstui pemkot, Persis bakal jadi klub pertama yang “perawani” lapangan tersebut.

“Dari sisi fungsi sudah bisa digunakan. Konsekuensi, kalau ada kerusakan bisa diperbaiki. Perbaikan sudah selesai semua. Tapi ini masih tanggung jawab pelaksana proyek hingga 26 Desember,” tandasnya.

Tak hanya latihan pagi dan sore. Persis juga bisa berlatih malam hari. Karena keempat lapangan ini didukung lampu penerangan. “Memang, lampunya tidak seterang Stadion Manahan. Tapi kalau buat permainan bisa. Ini kan (izin Persis) buat latihan,” ujarnya. (nik/fer/dam)


SOLO Kickoff Liga 2 di depan mata. Persis Solo pasang target besar. Juara sekaligus promosi Liga 1. Muluskan misi tersebut, manajemen tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini minta restu ke Pemerintah (Pemkot) Kota Surakarta. Berupa izin pemakaian lapangan pendukung Piala Dunia (Pildun) U-20.

Sebagai catatan, empat lapangan diplot sebagai pendukung Piala Dunia U-20 di Kota Solo. Yakni Stadion Sriwedari, lapangan Kota Barat, Sriwaru, dan Banyuanyar. Kebetulan, keempat lapangan ini sudah selesai bersolek. Namun belum dikembalikan ke pemkot. Karena masih tahap perawatan dari pihak kontraktor.

Sejauh ini skuad asuhan Eko Purdjianto sudah ajukan diri sebagai host babak penyisihan grup Liga 2. Di kandang kebanggaan mereka Stadion Manahan. Namun, sayang jika Alberto “Beto” Goncalves dkk juga gunakan Stadion Manahan untuk latihan. Karena kickoff Liga 2 tinggal hitungan pekan, Persis ajukan izin pemakaian salah satu dari lapangan itu.

“Baru pengajuan tempat-tempat untuk latihan. Ada beberapa, tapi mereka (Persis) mintanya tertutup. Harus tertutup. Jadi coba kami persiapkan,” terang Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming, kemarin (14/9).

Soal status keempat lapangan pendukung Piala Dunia U-20, Gibran layak dipakai latihan Persis. “Sudah siap dipakai. Tidak ada masalah. Komunikasi dengan Persis sudah dilakukan. Termasuk penggunaan Stadion Manahan,” imbuh putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut.

Saat ini, pengelolaan seluruh lapangan di Kota Bengawan ada di tangan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surakarta. Soal kualitas lapangan pendukung Piala Dunia U-20, bukan kelas kacangan.

“Jangankan Liga 2. (Mau dipakai) Liga 1 juga sudah memenuhi syarat. Bahkan sudah memenuhi standar FIFA,” sambung Kepala Dispora Kota Surakarta Joni Hari Sumantri.

Terkait masa pemeliharaan lapangan, terhitung hingga 26 Desember. Namun jika direstui pemkot, Persis bakal jadi klub pertama yang “perawani” lapangan tersebut.

“Dari sisi fungsi sudah bisa digunakan. Konsekuensi, kalau ada kerusakan bisa diperbaiki. Perbaikan sudah selesai semua. Tapi ini masih tanggung jawab pelaksana proyek hingga 26 Desember,” tandasnya.

Tak hanya latihan pagi dan sore. Persis juga bisa berlatih malam hari. Karena keempat lapangan ini didukung lampu penerangan. “Memang, lampunya tidak seterang Stadion Manahan. Tapi kalau buat permainan bisa. Ini kan (izin Persis) buat latihan,” ujarnya. (nik/fer/dam)

Populer

Berita Terbaru