alexametrics
32.7 C
Surakarta
Monday, 27 September 2021

16 SEPTEMBER 2014

#PersisOnThisDay : Kejadian Kelam di Tanah Galuh

CIAMIS, Radar Solo – Puluhan Bus, hingga kendaraan pribadi milik Pasoepati porak poranda dilempari oknum suporter PSGC Ciamis di lingkungan Stadion Galuh Ciamis. Ini usai laga Divisi utama musim 2014 distadion tersebut berakhir.

Kericuhan antarsuporter yang sempat memanas di dalam stadion ini, ternyata berimbas hingga keluar stadion. Tak ayal kerugian material pun mencapai ratusan juta.

Antisipasi hal-hal yang tak diinginkan perihal kendaraan pribadi hingga bus rombongan orang-orang dari Solo yang ada di luar stadion, akhirnya diputuskan semua kendaraan rombongan Solo masuk ke dalam stadion. Tak ayal lapangan hijau Stadion Galuh, dadakan jadi seperti terminal bus.

Pasoepati baru bisa keluar stadion pada pukul 21.30 malam. Padahal laga sendiri digelar sore hari.

Dalam laga ini, Pasoepati datang dengan ribuan massa. Bahkan satu tribun serasa dikudeta oleh ribuan Pasoepati yang hadir di laga ini. Rombongan suporter Solo pun hadir tak hanya menggunakan mobil pribadi ataupun mencarter bus, namun banyak juga yang menggunakan kereta api.

Kejadian di atas adalah momen kelam di masa lalu yang terjadi saat Persis Solo menjalani laga tandang ke markas PSGC Ciamis, 16 September 2014, dalam laga lanjutan babak 16 besar Divisi Utama (kasta kedua kala itu) di musim 2014.

Dalam laga ini, Persis sukses mencuri satu poin di markas PSGC. Dimana skor berakhir imbang 1-1.

Gol Persis sukses dicetak oleh Bayu Nugroho di menit ke-62, sementara itu satu-satunya gol tim tuan rumah diraih oleh Mohamad Arozi di menit ke-42′.

Para pemain Persis Solo mengakui banyak tekanan selama pertandingan berjalan. kapten tim Persis Nnana Onana mengakui sempat ada ancaman dari panpel yang sempat mengancam. “Onana awas kamu nanti timmu bakalan kalah 3-0, dan kamu akan kena kartu merah,” ucap Onana kepada Jawa Pos Radar Solo kala itu.

Pemain asing Persis Solo lainnya, yakni Javad Moradi juga mengakui di lapangan permainan kasar diperlihatkan pemain lawan.

“Tanganku lecet kena cakar. Mereka main bukan hanya pakai kaki, tapi tangan mereka juga kasar. Tidak fairplay sekali,” ucap pria asal Iran yang fasih berbahasa Indonesia tersebut.

Friksi yang terjadi di tribun juga membuat beberapa pihak jadi korban. Salah satunya penasehat teknis Persis Solo Hong Widodo sempat kena lemparan botol mineral. (nik)


CIAMIS, Radar Solo – Puluhan Bus, hingga kendaraan pribadi milik Pasoepati porak poranda dilempari oknum suporter PSGC Ciamis di lingkungan Stadion Galuh Ciamis. Ini usai laga Divisi utama musim 2014 distadion tersebut berakhir.

Kericuhan antarsuporter yang sempat memanas di dalam stadion ini, ternyata berimbas hingga keluar stadion. Tak ayal kerugian material pun mencapai ratusan juta.

Antisipasi hal-hal yang tak diinginkan perihal kendaraan pribadi hingga bus rombongan orang-orang dari Solo yang ada di luar stadion, akhirnya diputuskan semua kendaraan rombongan Solo masuk ke dalam stadion. Tak ayal lapangan hijau Stadion Galuh, dadakan jadi seperti terminal bus.

Pasoepati baru bisa keluar stadion pada pukul 21.30 malam. Padahal laga sendiri digelar sore hari.

Dalam laga ini, Pasoepati datang dengan ribuan massa. Bahkan satu tribun serasa dikudeta oleh ribuan Pasoepati yang hadir di laga ini. Rombongan suporter Solo pun hadir tak hanya menggunakan mobil pribadi ataupun mencarter bus, namun banyak juga yang menggunakan kereta api.

Kejadian di atas adalah momen kelam di masa lalu yang terjadi saat Persis Solo menjalani laga tandang ke markas PSGC Ciamis, 16 September 2014, dalam laga lanjutan babak 16 besar Divisi Utama (kasta kedua kala itu) di musim 2014.

Dalam laga ini, Persis sukses mencuri satu poin di markas PSGC. Dimana skor berakhir imbang 1-1.

Gol Persis sukses dicetak oleh Bayu Nugroho di menit ke-62, sementara itu satu-satunya gol tim tuan rumah diraih oleh Mohamad Arozi di menit ke-42′.

Para pemain Persis Solo mengakui banyak tekanan selama pertandingan berjalan. kapten tim Persis Nnana Onana mengakui sempat ada ancaman dari panpel yang sempat mengancam. “Onana awas kamu nanti timmu bakalan kalah 3-0, dan kamu akan kena kartu merah,” ucap Onana kepada Jawa Pos Radar Solo kala itu.

Pemain asing Persis Solo lainnya, yakni Javad Moradi juga mengakui di lapangan permainan kasar diperlihatkan pemain lawan.

“Tanganku lecet kena cakar. Mereka main bukan hanya pakai kaki, tapi tangan mereka juga kasar. Tidak fairplay sekali,” ucap pria asal Iran yang fasih berbahasa Indonesia tersebut.

Friksi yang terjadi di tribun juga membuat beberapa pihak jadi korban. Salah satunya penasehat teknis Persis Solo Hong Widodo sempat kena lemparan botol mineral. (nik)

Populer

Berita Terbaru