alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Bekal Spirit Skandinavia,Reuben Silitonga Siap Debut di Liga Indonesia

SOLO – Ambisi Reuben Silitonga tampil di tanah kelahiran leluhurnya sempat membuncah ketika dia menjalani trial bersama Persija Jakarta U-19, termasuk Persiba Balikpapan, beberapa musim lalu. Sial, bakatnya tidak ada yang melirik.

Tapi, mimpi tersebut jadi kenyataan saat dia resmi diikat Persis Solo, musim ini. Palang pintu 30 tahun ini bakal berkolaborasi dengan Eky Taufik, Fabiano da Rosa Berltrame, Agus Nova Widiantara, Asep Budi, Rian Miziar, Marcell Januar, Ganjar Mukti, M. Abduh Lestaluhu, Fajar Zainul Muttaqin, Eriyanto, Zikri Akbar, hingga Julius Pamungkas.

“Bangga gabung Persis Solo. Optimistis dengan skuad dan pemain sekarang. Sebelum tanda tangan kontrak, tim ini targetnya juara Liga 2 dan promosi Liga 1,” ujar Reuben kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (20/7).

Diakui Reuben, skuad Persis musim ini cukup kompetitif. Dia tertantang menunjukkan kualitasnya di lapangan. “Setiap posisi ada tiga pemain dan berpengalaman. Jadi punya semangat untuk lebih baik lagi. Kami bisa membandingkan dan terus belajar. Jadi, skuad musim ini bagus untuk improvement,” katanya.

Soal kultur budaya Indonesia, terutama di tubuh Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo–, Reuben mampu beradaptasi. “Awalnya sedikit syok karena belum ada gambaran budaya Indonesia seperti apa? Dua bulan ini gabung latihan, ternyata seru. Di dalam mes pemain, fun sekali. Anak-anaknya semua asyik dan friendly,” terangnya.

Reuben meniti karir sepak bolanya di klub kasta keempat Liga Denmark, Tjorring IF pada 2014. Tak lama berselang, dia mencoba peruntungan di Asia Tenggara. Tepatnya di Filipina. Sejumlah klub dibelanya. Mulai dari Global FC, Loyola FC, Pachanga, hingga Stallion FC.

Menurut Reuben, kultur sepak bola di Eropa dan Asia jauh berbeda. Terutama Denmark. Negara Skandinavia tersebut terkenal dengan gaya sepak bola cepat dan mengandalkan taktik.

“Banyak belajar di Eropa. Level competition di sana hebat. Di Denmark, mainnya satu-dua sentuhan. Tidak boleh banyak bawa bola. Dan tempo permainannya cepat. Susah sekali beradaptasi di Denmark. Apalagi dulu sempat terkendala language (bahasa) dan budayanya. Tapi pengalaman di sana luar biasa,” imbuh Reuben.

Sementara itu, Reuben sangat menikmati gaya pemain bola di Filipina. Maklum, cukup banyak pemain naturalisasi di sana. “Suasananya seperti main di Eropa. Sistemnya sudah familiar,” urainya. (nik)

REUBEN SILITONGA

Lahir: 27 Maret 1991

Tempat lahir: Manila, Filipina

Warga negara: Indonesia

Tinggi: 1,8 meter

Posisi: Centerback

KARIR

Tjorring IF       Liga Denmark              2014

Global FC        Liga Filipina                 2014

Pachanga         Liga Filipina                 2015

Stallion FC       Liga Filipina                 2016

Persis Solo       Liga Indonesia             2021


SOLO – Ambisi Reuben Silitonga tampil di tanah kelahiran leluhurnya sempat membuncah ketika dia menjalani trial bersama Persija Jakarta U-19, termasuk Persiba Balikpapan, beberapa musim lalu. Sial, bakatnya tidak ada yang melirik.

Tapi, mimpi tersebut jadi kenyataan saat dia resmi diikat Persis Solo, musim ini. Palang pintu 30 tahun ini bakal berkolaborasi dengan Eky Taufik, Fabiano da Rosa Berltrame, Agus Nova Widiantara, Asep Budi, Rian Miziar, Marcell Januar, Ganjar Mukti, M. Abduh Lestaluhu, Fajar Zainul Muttaqin, Eriyanto, Zikri Akbar, hingga Julius Pamungkas.

“Bangga gabung Persis Solo. Optimistis dengan skuad dan pemain sekarang. Sebelum tanda tangan kontrak, tim ini targetnya juara Liga 2 dan promosi Liga 1,” ujar Reuben kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (20/7).

Diakui Reuben, skuad Persis musim ini cukup kompetitif. Dia tertantang menunjukkan kualitasnya di lapangan. “Setiap posisi ada tiga pemain dan berpengalaman. Jadi punya semangat untuk lebih baik lagi. Kami bisa membandingkan dan terus belajar. Jadi, skuad musim ini bagus untuk improvement,” katanya.

Soal kultur budaya Indonesia, terutama di tubuh Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo–, Reuben mampu beradaptasi. “Awalnya sedikit syok karena belum ada gambaran budaya Indonesia seperti apa? Dua bulan ini gabung latihan, ternyata seru. Di dalam mes pemain, fun sekali. Anak-anaknya semua asyik dan friendly,” terangnya.

Reuben meniti karir sepak bolanya di klub kasta keempat Liga Denmark, Tjorring IF pada 2014. Tak lama berselang, dia mencoba peruntungan di Asia Tenggara. Tepatnya di Filipina. Sejumlah klub dibelanya. Mulai dari Global FC, Loyola FC, Pachanga, hingga Stallion FC.

Menurut Reuben, kultur sepak bola di Eropa dan Asia jauh berbeda. Terutama Denmark. Negara Skandinavia tersebut terkenal dengan gaya sepak bola cepat dan mengandalkan taktik.

“Banyak belajar di Eropa. Level competition di sana hebat. Di Denmark, mainnya satu-dua sentuhan. Tidak boleh banyak bawa bola. Dan tempo permainannya cepat. Susah sekali beradaptasi di Denmark. Apalagi dulu sempat terkendala language (bahasa) dan budayanya. Tapi pengalaman di sana luar biasa,” imbuh Reuben.

Sementara itu, Reuben sangat menikmati gaya pemain bola di Filipina. Maklum, cukup banyak pemain naturalisasi di sana. “Suasananya seperti main di Eropa. Sistemnya sudah familiar,” urainya. (nik)

REUBEN SILITONGA

Lahir: 27 Maret 1991

Tempat lahir: Manila, Filipina

Warga negara: Indonesia

Tinggi: 1,8 meter

Posisi: Centerback

KARIR

Tjorring IF       Liga Denmark              2014

Global FC        Liga Filipina                 2014

Pachanga         Liga Filipina                 2015

Stallion FC       Liga Filipina                 2016

Persis Solo       Liga Indonesia             2021

Populer

Berita Terbaru