alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Pemain Veteran Persis Frans Setiabudi, Masih Aktif Jogging dan Sepeda

SOLO – Pemain veteran Frans Setiabudi kini sudah berusia 75 tahun. Di usia yang terbilang senja, mantan pemain Persis Solo era 1960-an hingga 1970-an masih aktif menggocek bola.

“Saat ini kalau untuk main di lapangan besar, tidak kuat 90 menit. Paling setengah babak. Apalagi intensitas gerakan sudah tidak selincah dulu,” terang pria yang akrab disapa Wewek tersebut kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (19/7).

Wewek terpantau masih berlatih dengan beberapa klub. Mulai dari PS TNH maupun PS Bhinneka Tunggal Ika di beberapa lapangan di Kota Solo. Selama pandemi, dia pilih menunda aktivitas. “Saat ini latihan ringan saja. Soalnya penyebaran Covid-19 sangat mengkhawatirkan,” bebernya.

Kendati vakum sepak bola, Wewek tetap berolahraga. Hanya saja, porsinya ringan. Cukup jogging keliling kampung di kawasan Solo Baru, Grogol, Sukoharjo.

“Saya tambahi latihan juggling dan dribbling bola. Termasuk latihan shooting juga. Terpenting badan tetap gerak dan keringat keluar,” ujar pria yang sempat membawa Persis Solo juara kompetisi bentukan PSSI Jateng musim 1968 tersebut.

Wewek juga memberikan motivasi kepada masyarakat, harus rutin berolahraga. Supaya terhindar dari berbagai macam penyakit. “Cukup olahraga yang disenangi saja. Jangan yang berat-berat. Lari atau naik sepeda sudah cukup. Jangan lupa istirahat yang cukup,” bebernya. (nik/fer/dam)


SOLO – Pemain veteran Frans Setiabudi kini sudah berusia 75 tahun. Di usia yang terbilang senja, mantan pemain Persis Solo era 1960-an hingga 1970-an masih aktif menggocek bola.

“Saat ini kalau untuk main di lapangan besar, tidak kuat 90 menit. Paling setengah babak. Apalagi intensitas gerakan sudah tidak selincah dulu,” terang pria yang akrab disapa Wewek tersebut kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (19/7).

Wewek terpantau masih berlatih dengan beberapa klub. Mulai dari PS TNH maupun PS Bhinneka Tunggal Ika di beberapa lapangan di Kota Solo. Selama pandemi, dia pilih menunda aktivitas. “Saat ini latihan ringan saja. Soalnya penyebaran Covid-19 sangat mengkhawatirkan,” bebernya.

Kendati vakum sepak bola, Wewek tetap berolahraga. Hanya saja, porsinya ringan. Cukup jogging keliling kampung di kawasan Solo Baru, Grogol, Sukoharjo.

“Saya tambahi latihan juggling dan dribbling bola. Termasuk latihan shooting juga. Terpenting badan tetap gerak dan keringat keluar,” ujar pria yang sempat membawa Persis Solo juara kompetisi bentukan PSSI Jateng musim 1968 tersebut.

Wewek juga memberikan motivasi kepada masyarakat, harus rutin berolahraga. Supaya terhindar dari berbagai macam penyakit. “Cukup olahraga yang disenangi saja. Jangan yang berat-berat. Lari atau naik sepeda sudah cukup. Jangan lupa istirahat yang cukup,” bebernya. (nik/fer/dam)

Populer

Berita Terbaru