alexametrics
21 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Kans Pemain Putri Surakarta Terbuka Tembus Timnas

SOLO – Sepak bola wanita di Kota Solo dan sekitarnya mulai menggeliat. Setelah penggawa Putri Surakarta Bunga Syifa dipanggil seleksi timnas proyeksi SEA games 2021 di Vietnam. Bahkan kini, Putri Surakarta tak beda-bedakan kasta. Siapa pun, umur berapa pun, dengan tangan terbuka diterima bergabung.

“Kami ikut senang. Pelatih timnas cukup open memantau potensi pemain binaan kami. Harapan kami ke depannya, lebih banyak pemain yang termotivasi dan berlatih lebih keras lagi. Agar bisa bergabung di timnas,” kata pelatih Putri Surakarta Dede Irawan kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (20/7).

Dede mengakui, sepak bola wanita mulai bergairah. Menilik dari terbentuknya sejumlah klub di berbagai kota. “Jika tidak ada pandemi Covid-19, kompetisi sepak bola wanita pasti banyak digelar. Itu artinya, potensi pemain sepak bola wanita semakin terbuka,” terangnya.

Dulu, Putri Surakarta hanya diisi sederet mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Solo dan sekitarnya. Sekarang, banyak anak kelompok umur yang bergabung.

“Paling kecil anak SD. Tidak ada beban biaya, semua gratis. Justru kami menerima anak-anak yang benar-benar berniat terjun di sepak bola. Putri Surakarta tidak ada batasannya. Pemain dari luar daerah boleh bergabung,” tuturnya.

Putri Surakarta berharap kepedulian dari berbagai pihak. Mulai dari Pemkot Surakarta, Askot PSSI Surakarta, hingga stakeholder terkait.

“Beberapa kali anggota Pasoepati banyak yang datang melihat latihan kami. Dan mereka memberi support. Bagi kami, dukungan tersebut ibarat angin segar. Karena eksistensi kami mendapat apresiasi,” ungkap Dede. (nik/fer)


SOLO – Sepak bola wanita di Kota Solo dan sekitarnya mulai menggeliat. Setelah penggawa Putri Surakarta Bunga Syifa dipanggil seleksi timnas proyeksi SEA games 2021 di Vietnam. Bahkan kini, Putri Surakarta tak beda-bedakan kasta. Siapa pun, umur berapa pun, dengan tangan terbuka diterima bergabung.

“Kami ikut senang. Pelatih timnas cukup open memantau potensi pemain binaan kami. Harapan kami ke depannya, lebih banyak pemain yang termotivasi dan berlatih lebih keras lagi. Agar bisa bergabung di timnas,” kata pelatih Putri Surakarta Dede Irawan kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (20/7).

Dede mengakui, sepak bola wanita mulai bergairah. Menilik dari terbentuknya sejumlah klub di berbagai kota. “Jika tidak ada pandemi Covid-19, kompetisi sepak bola wanita pasti banyak digelar. Itu artinya, potensi pemain sepak bola wanita semakin terbuka,” terangnya.

Dulu, Putri Surakarta hanya diisi sederet mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Solo dan sekitarnya. Sekarang, banyak anak kelompok umur yang bergabung.

“Paling kecil anak SD. Tidak ada beban biaya, semua gratis. Justru kami menerima anak-anak yang benar-benar berniat terjun di sepak bola. Putri Surakarta tidak ada batasannya. Pemain dari luar daerah boleh bergabung,” tuturnya.

Putri Surakarta berharap kepedulian dari berbagai pihak. Mulai dari Pemkot Surakarta, Askot PSSI Surakarta, hingga stakeholder terkait.

“Beberapa kali anggota Pasoepati banyak yang datang melihat latihan kami. Dan mereka memberi support. Bagi kami, dukungan tersebut ibarat angin segar. Karena eksistensi kami mendapat apresiasi,” ungkap Dede. (nik/fer)

Populer

Berita Terbaru