alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Tak Hanya Oke Gocek Bola, Zikri Akbar Jago Bahasa Portugis dan Spanyol

SOLO – Di luar skill-nya menggocek bola, Zikri Akbar punya bakat terpendam jadi interpreter alias penerjemah bahasa asing. Terutama bahasa Portugis dan Spanyol. Keahlian itu didapatnya saat tiga tahun menetap di Paraguay, sejak 2008-2011.

Kelihaian berbahasa Spanyol ditunjukkan Zikri Akbar di akun Instagram @zikriakbar_27. Pemain yang kerap beroperasi di sektor fullback kiri tersebut sering meng-upload foto bermain bola. Disertai caption dalam bahasa Spanyol.

Seperti unggahan foto saat dia berduel dengan gelandang Laskar Sambernyawa Fery Komul, dua pekan lalu. Dia menulis caption: “Hago lo que tengo que hacer para mejorar. Y no me importa lo que opinan, porque Allah siempre da lo mejor que debo que recibir”. Artinya: “Saya melakukan apa yang harus saya lakukan untuk meningkatkannya. Dan aku tidak peduli apa yang mereka pikirkan, karena Allah SWT selalu memberikan yang terbaik yang seharusnya aku terima”.

Bagaimana Zikri bisa mampir ke Paraguay? Ternyata dia ikut program pelatihan gerbong pemain Aceh. Dia tercatat sempat bergabung klub Divisi 1 Paraguay, Cerro Porteño. “Pernah gabung juga di Cerro Porteno U-20 di Liga Paraguay. Sempat berpartisipasi di Piala Libertadores U-20,” kata pemain asal Bireuen, Aceh tersebut kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (21/7).

Selain fasih berbahasa Portugis, Zikri juga dapat pengalaman berharga di Paraguay. “Saya mempelajari banyak hal. Mulai dari kultur, profesionalitas, sepak bola, dan banyak hal lainnya yang tidak ditemui di Indonesia,” terangnya.

Zikri mengakui, kultur sepak bola Paraguay nyaris setara dengan negara Amerika latin lainnya. “Kultur di Indonesia beda jauh. Di sana profesional sekali. Kalau dibandingkan Indonesia, mungkin baru 80 persennya,” tuturnya.

Saking fasihnya, Zikri kerap jadi penerjemah legiun asing asal Amerika latin. Terutama yang baru merasakan atmosfer sepak bola Indonesia. Contohnya Mateo Bustos. Legiun asing Persita Tangerang asal Argentina.

“Bisa sedikit-sedikit. Sering ya bantu pemain asing yang baru datang ke Indonesia. Biasanya mereka sulit berkomunikasi dengan lingkungannya. Alhamdulillah bisa membantu,” ungkapnya.

Selama di Solo, Zikri sempat menjalin komunikasi dengan Alberto “Beto” Goncalves dan Fabiano Da Rosa Berltrame yang sama-sama naturaliasi asal Brazil. Pakai bahasa Portugis. “Bangga bisa bergabung Persis Solo. Sakjose. Insya Allah Persis Solo Liga 1,” koarnya. (nik/fer)

 


SOLO – Di luar skill-nya menggocek bola, Zikri Akbar punya bakat terpendam jadi interpreter alias penerjemah bahasa asing. Terutama bahasa Portugis dan Spanyol. Keahlian itu didapatnya saat tiga tahun menetap di Paraguay, sejak 2008-2011.

Kelihaian berbahasa Spanyol ditunjukkan Zikri Akbar di akun Instagram @zikriakbar_27. Pemain yang kerap beroperasi di sektor fullback kiri tersebut sering meng-upload foto bermain bola. Disertai caption dalam bahasa Spanyol.

Seperti unggahan foto saat dia berduel dengan gelandang Laskar Sambernyawa Fery Komul, dua pekan lalu. Dia menulis caption: “Hago lo que tengo que hacer para mejorar. Y no me importa lo que opinan, porque Allah siempre da lo mejor que debo que recibir”. Artinya: “Saya melakukan apa yang harus saya lakukan untuk meningkatkannya. Dan aku tidak peduli apa yang mereka pikirkan, karena Allah SWT selalu memberikan yang terbaik yang seharusnya aku terima”.

Bagaimana Zikri bisa mampir ke Paraguay? Ternyata dia ikut program pelatihan gerbong pemain Aceh. Dia tercatat sempat bergabung klub Divisi 1 Paraguay, Cerro Porteño. “Pernah gabung juga di Cerro Porteno U-20 di Liga Paraguay. Sempat berpartisipasi di Piala Libertadores U-20,” kata pemain asal Bireuen, Aceh tersebut kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (21/7).

Selain fasih berbahasa Portugis, Zikri juga dapat pengalaman berharga di Paraguay. “Saya mempelajari banyak hal. Mulai dari kultur, profesionalitas, sepak bola, dan banyak hal lainnya yang tidak ditemui di Indonesia,” terangnya.

Zikri mengakui, kultur sepak bola Paraguay nyaris setara dengan negara Amerika latin lainnya. “Kultur di Indonesia beda jauh. Di sana profesional sekali. Kalau dibandingkan Indonesia, mungkin baru 80 persennya,” tuturnya.

Saking fasihnya, Zikri kerap jadi penerjemah legiun asing asal Amerika latin. Terutama yang baru merasakan atmosfer sepak bola Indonesia. Contohnya Mateo Bustos. Legiun asing Persita Tangerang asal Argentina.

“Bisa sedikit-sedikit. Sering ya bantu pemain asing yang baru datang ke Indonesia. Biasanya mereka sulit berkomunikasi dengan lingkungannya. Alhamdulillah bisa membantu,” ungkapnya.

Selama di Solo, Zikri sempat menjalin komunikasi dengan Alberto “Beto” Goncalves dan Fabiano Da Rosa Berltrame yang sama-sama naturaliasi asal Brazil. Pakai bahasa Portugis. “Bangga bisa bergabung Persis Solo. Sakjose. Insya Allah Persis Solo Liga 1,” koarnya. (nik/fer)

 

Populer

Berita Terbaru